5 Resiko yang Dapat Muncul saat Menjalani Diet Keto

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan melakukan diet keto. Diet ketogenic atau yang lebih dikenal diet keto merupan metode diet dengan cara mengindari konsumsi makanan berkarbohidrat dan gula secara berlebihan, kemudian menggantinya dengan makanan-makanan yang mengandung lemak sehat, protein, dan nutrisi.

Walau demikian, membatasi karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi metabolik yang mana tubuh seseorang lebih banyak mengandalkan lemak untuk energi daripada karbohidrat.

Faktanya, diet keto juga dapat mengakibatkan beberapa resiko kesehatan. Berikut ini Muslimadaily rangkum 5 bahaya diet keto yang perlu diketahui dilansir dari Healthline.

1. Flu Keto

Kandungan karbohidrat saat diet kato biasanya dibatasi kurang dari 50 gram sehari. Pada awalnya, kondisi ini akan membuat tubuh seseorang kaget. Tubuh akan mulai menghabiskan sisa karbohidratnya dan beralih menggunakan ketin dan lemak sebagai bahan bakar beraktivitas.

Pada saat seperti ini, seseorang dapat mengalami gejala yang mirip flu. Gejala yang muncul seputar sakit kepala, pusing, kelelahan, mula, dan sambelit. Sebagian orang juga mengelami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Walau tak semua orang yang menjalani diet keto mengalami gejala ini, penderita flu keto dapat membaik dalam beberapa minggu setelah menjalani diet.

2. Batu Ginjal

Diet keto memfokuskan pada konsumsi lemak hewani, seperti telur, daging, dan keju karena tidak mengandung karbohidrat. Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi makanan ini dapat beresiko tinggi terkena batu ginjal. Hal tersebut terjadi karena lemak hewani yang terlalu banyak dapat menyebabkan urin seseorang menjadi lebih asam sehingga meningkatkan eksresi kalsium dalam urin.

Seseorang yang menderita ginjal kronis juga hendaknya menghindari diet keto. Hal tersebut lantaran dikhawatirkan kondisi ginjal yang lemah tidak mampu menghilangkan penumpukan asam dalam darah yang dihasilkan dari lemak hewani.

3. Masalah pencernaan

Diet keto juga meminimalisir asupan sumber serat seperti buah-buahan berkarbohidrat tinggi, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Hal tersebut dapat menyebabkan resiko masalah pencernaan dan sambelit.

Terlebih, serat memberi banyak manfaat untuk usus. Usus yang sehat daapt membantu meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan mental, dan mengurangi peradangan.

4. Kekurangan nutrisi

Diet keto memberi batasan dalam mengonsumsi makanan terutama buah-buahan dan bij-bijian. Jika terlalu lama, seseorang yang menjalani diet keto dapat beresiko kekurangan vitamin dan minral seperti kalsium, vitamin D, magnesium, dan fosfor.

Namun beberapa dokter biasanya menyarankan seseorang yang menjalani diet keto untuk mengonsumsi suplemen kalium, natrium, magnesium, kalsium, hingga vitamin B, C, dan E.

5. Gula darah rendah

Diet rendah karbohindrat seperti diet keto memang terbukti dapat membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Namun, seseorang yang menderita diabetes tipe 1 justru tidak direkomendasi diet ini karena beresiko tinggi mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi saat kondisi kadat dula darah berada di bawah normal.

Pada sebagian orang, diet keto memang berhasil menurunkan berat badan. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani diet keto, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahli terlebih dahulu.

Leave a Comment