Tips Menikmati Santapan Lebaran Agar Terhindar dari Gangguan Kesehatan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Opor, semur daging, sate kambing, ketupat atau lontong dan aneka kue sudah menjadi tradisi yang selalu ada ketika lebaran. Setelah menyelesaikan puasa selama 30 hari, tentu menyantap makanan tersebut ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Tidak hanya makanan, bahkan minuman manis juga kerap kita jumpai saat lebaran.

Karena banyaknya makanan dan minuman yang tersedia ketika lebaran, seringkali kita menjadi lupa diri dan mencicipi semua hidangan yang ada. Namun jika Sahabat Muslimah mengkonsumsi hidangan ini secara berlebihan, tentu akan menimbulkan gangguan kesehata. Sebut saja meningkatnya kadar kolesterol, kenaikan berat badan, gangguan pencernaan, tekanan darah naik, bahkan stroke juga dapat menyerang jika tidak berhati-hati dalam mengkonsumsi hidangan-hidangan tersebut.

Untuk terhindar dari gangguan kesehatan seperti yang telah dituliskan di atas, Muslimahdaily akan membagikan tips yang dapat Sahabat Muslimah lakukan agar tetap dapat menikmati santapan ketika lebaran. Simak ulasannya berikut ini!

1. Kendalikan porsi makan

Banyaknya santapan lezat ketika lebaran kadang membuat kita lupa untuk mengendalikan porsi makan. Hal ini disebabkan oleh nafsu makan yang tiba-tiba melonjak secara drastis. Padahal tubuh kita juga memiliki kapasitas untuk menopang makanan-makanan tersebut, lho.

Tubuh manusia harus memiliki jumlah kalori yang seimbang untuk tetap sehat. Pria diharuskan memiliki 30 kkal kali berat badannya sedangkan wanita 25 kkal kali berat badannya. Untuk mendapatkan jumlah kalori yang ideal tersebut, sebaiknya seseorang mengatur nafsu makan agar tidak berlebihan. Salah satunya dengan sarapan sebelum shalat Ied sebagaimana juga menjadi sunnah Rasul.

Sarapan yang tidak berat seperti sarapan buah tentu bisa dijadikan pilihan utama agar Sahabat Muslimah tetap dapat menikmati santapan lebaran setelah shalat Ied. Selain untuk mengendalikan nafsu makan, buah juga memiliki kandungan yang baik bagi tubuh seperti vitamin C yang mampu menetralisir lemak yang dikonsumsi.

2. Kunyahlah makanan dengan perlahan

Mengunyah makanan dengan perlahan juga menjadi salah satu sunnah Rasul, lho. Selain itu, mengunyah dengan perlahan dapat membuat tubuh cepat merespon jika Sahabat Muslimah sudah kenyang.

3. Aturlah jadwal, jumlah dan jenis makanan

Dilansir dari Hallosehat, jadwal makan ketika lebaran adalah sebagai berikut:

- Makan besar tetap 3x sehari (sarapan, makan siang, makan malam)

- Boleh diselingi snack 2x yaitu di jam 11 dan 5 sore

- Ada baiknya snack yang dimakan mengandung serat tinggi misalnya buah-buahan dan sayuran

Untuk Sahabat Muslimah yang diharuskan bersilahturahmi ke beberapa rumah, usahakan jangan selalu makan di setiap rumah. Sahabat Muslimah dapat menggantinya dengan camilan dengan porsi yang tentunya sedikit.

Mengatur jumlah makan juga sangat dianjurkan agar tubuh tidak mengalami kelebihan makanan. Para gizi merekomendsikan jumlah makanan sebagai berikut:

Karbohidrat : 45% – 60% dari total kalori harian

Lemak : 20% – 25% dari total kalori harian

Protein : 10% – 20% dari total kalori harian

Serat : > 25 gram/ hari

Garam : maksimal 3.000 gram

Sahabat Muslimah dapat mengaturnya dengan cara menggunakan piring kecil untuk mengambil berbagai santapan lebaran.

Tips yang tak kalah penting adalah kenali tubuh Sahabat Muslimah sebelum menyantap makanan ketika lebaran. Jika Sahabat Muslimah memiliki riwayat maag, hipertensi atau alergi, hindarilah makanan yang dapat memicu masalah kesehatan tersebut.

Sebagaimana sunnah Rasul, berhentilah makan ketika sudah kenyang. Perbanyaklah minum air putih dan beristirahatlah bila mulai kelelahan. Bukan hanya tubuh yang butuh istirahat, lambung juga perlu ya, Sahabat Muslimah.