Tak Hanya Psikis, Berikut 7 Gejala Fisik Akibat Depresi

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Hidup memang tak akan selalu mulus seperti apa yang diharapkan. Tak jarang, kita akan dihadapkan oleh berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan di lingkungan kerja, keluarga, hingga pertemanan.

Menjadi wajar apabila kita merasa frustasi, putus asa, sedih, marah, dan cemas saat menghadapinya. Namun, apabila hal tersebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, bisa jadi hal itu merupakan gejala depresi yang harus ditindaklanjuti.

Depresi sendiri merupakan gangguan emosional yang perlu mendapat perhatian khusus. Seseorang yang mengalami depresi biasanya akan mengalami penurunan performa kerja, hilangnya semangat, hingga menjauh atau menarik diri dari lingkungan.

Selain itu, menurut beberapa penelitian ternyata depresi juga dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Melansir dari Healthline, berikut 7 gejala fisik akibat depresi:

1. Sakit Kepala

Gejala fisik yang umum dialami adalah sakit kepala. Berbeda dengan sakit kepala pada umumnya, sakit kepala ini tidak terlalu mengganggu aktifitas sehari-hari. National Headache Foundation menggambarkan bahwa sakit kepala akibat depresi seperti "sakit kepala tegang" yaitu sensasi berdenyut ringan di sekitar alis.

2. Lebih Merasa Sakit

Penderita depresi cenderung akan merasa rasa sakit pada tubuh lebih besar. Sebab, salah satu studi pada 2015 menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara penderita depresi dengan rasa nyeri.

Selain itu, studi tahun 2010 juga menunjukkan bahwa rasa sakit memiliki dampak yang lebih besar pada penderita depresi.

3. Nyeri Punggung atau Nyeri Otot Lainnya

Sebuah penelitian pada tahun 2017 dari 1.013 mahasiswa Canada menemukan hubungan langsung antara depresi dan sakit punggung. Sedangkan para psikolog dan psikiater telah lama meyakini bahwa masalah emosional dapat menyebabkan nyeri kronis, namun masih diteliti secara spesifik.

4. Mudah Kelelahan

Gejala umum selanjutnya adalah kelelahan. Berbeda dengan kelelahan dalam menjalani hari, kelelahan ini cenderung dapat menyebabkan masalah konsentrasi, mudah marah, dan sikap apatis.

Menurut Maurizio Fava selaku Direktur Program Penelitian Klinis di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, ketika depresi seseorang akan sering mengalami tidur non-restoratif. Bahkan setelah mendapatkan istirahat yang cukup. Selain itu, gejala lain yang mungkin bisa dirasakan adalah perasaan sedih, putus asa, dan anhedonia.

5. Menurunnya Penglihatan

Tak hanya merasa sakit di bagian tubuh, ternyata orang yang depresi juga bisa mengalami penurunan penglihatan. Biasanya mereka akan cenderung sulit membedakan warna hitam dan putih atau yang para peneliti sebut "persepsi kontras".

6. Masalah Pencernaan

Gangguan seperti sembelit dan diare memang disebabkan oleh masalah pencernaan. Tetapi, masalah pencernaan sendiri bisa terjadi akibat gangguan emosi seperti sedih, gelisah, dan kewalahan. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan, depresi, dan nyeri gastrointestinal.

7. Permasalahan Perut

Terakhir, ada gejala pada bagian perut. Mengalami permasalahan perut seperti kram dan kembung bisa jadi menjadi gejala fisik depresi. Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menyebutkan bahwa ketidaknyamanan pada perut seperti kram, kembung, dan mual merupakan tanda kesehatan mental yang sedang buruk.

Apabila sahabat muslimah atau orang sekitar kalian mengalami gejala di atas, ada baiknya segera merujuk ke pihak profesional untuk penjelasan dan pengobatan lebih lanjut. 

Last modified on Jumat, 03 Juli 2020 07:53

Leave a Comment