Benarkah Fungal Acne Sama dengan Jerawat? Berikut Penjelasannya

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Fungal acne sekilas mungkin tampak seperti jerawat kebanyakan. Namun, sebenarnya ia sangat berbeda dengan jerawat atau bruntusan. Perbedaan bruntusan dengan fungal acne dapat dilihat dari penyebabnya.

Bruntusan biasanya disebabkan karena adanya infeksi kulit akibat bakteri atau bisa juga karena alergi terhadap produk tertentu. Sedangkan fungal acne disebabkan oleh jamur yang menggelembungkan folikel rambut pada kulit dan menyebabkan benjolan seperti jerawat.

Pada kondisi kulit yang normal, ada keseimbangan antara bakteri dan jamur. Namun, jika terjadi sesuatu yang menghilangkan bakteri, jamur bisa tumbuh lebih dari seharusnya dan menyebabkan iritasi kulit, peradangan, dan fungal acne.

Menurut dr. Ester Agustina dari laman sehat.com, fungal acne adalah suatu kondisi kulit yang tampak seperti jerawat dan disebabkan oleh jamur Malassezia. Spesies jamur yang menyebabkan fungal acne adalah Malassezia globosa dan Malassezia furfur.

Malassezia furfur sendiri merupakan kombinasi dari Pityrosporum orbiculare dan Pityrosporum ovale.

Gejala dari fungal acne adalah benjolan merah, pustule seragam di bagian dada, lengan atas, dan punggung, serta akan terasa sangat gatal.

Melansir dari laman Sociolla.com, fungal acne dapat disebabkan oleh:

  • Faktor Internal seperti konsumsi obat-obatan, penyakit yang dimiliki, atau kehamilan.
  • Faktor Eksternal seperti produk skin care, kelembapan udara, udara panas, atau keringat.

Karena salah satu faktor eksternal yang menyebabkan fungal acne adalah udara panas dan lembap, permasalahan fungal acne biasanya banyak ditemukan di negara beriklim tropis seperti Singapura, Filipina, serta Indonesia.

Masih melansir dalam laman yang sama, fungal acne dengan faktor internal, dan eksternal seperti cuaca memang susah untuk dihindari.

Namun, faktor eksternal seperti produk skin care dapat dikontrol dengan cara memperhatikan kandungan skin care yang digunakan kulit wajah.

Jamur penyebab fungal acne hidup dengan memakan fatty acids dengan carbon chain tertentu, yang meliputi fatty acids itu sendiri, minyak, ester, dan polysorbates. Maka dari itu, solusi untuk menangani kondisi fungal acne adalah dengan membuat fungal acne kelaparan, dengan kata lain mengindari kandungan fatty acids yang menjadi makanan sang jamur.

Berikut ada beberapa nama kandungan yang perlu dihindari:

  • Undecylenic Acid
  • Lauric atau Dodecanoic
  • Tridecylic
  • Steatic atau Octadecenoic
  • Linoleic
  • Ester (dapat ditemukan dengan nama yang berakhiran ate seperti Isopropyl palmitate atau Glyceril stearate.
  • Polysorbate
  • Kandungan hasil fermentasi, dan masih banyak lagi

Untuk memudahkan suatu produk skin care aman atau tidak saat digunakan bagi yang mengalami fungal acne, kita dapat mengeceknya terlebih dahulu di website khusus seperti Sezia atau SkinCarisma.

Fungal acne dapat dicegah dengan cara memperbaiki gaya hidup. Menurut dr. Ester Agustina, fungal acne dapat diatasi dengan melakukan 4 tips berikut ini:

  1. Menggunakan sampo ketombe. Oleskan sampo ke kulit yang kering dan didiamkan selama 10 menit lalu cuci bersih.
  2. Menggunakan obat jamur biasa
  3. Cepatlah lepaskan pakaian olahraga atau pakaian yang mengandung keringat, lalu mandi dengan bersih
  4. Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat

Apabila fungal acne tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Leave a Comment