5 Gangguan Mental yang Masih Sering Dihiraukan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Tak seperti dulu, kini masyarkat mulai kenal dengan berbagai gangguan mental. Gangguan ini menyerang mental atau kejiwaan seseorang.

Sama seperti gangguan fisik, gangguan mental yang dialami secara terus menerus dan tidak ditangani, akan semakin parah. Pasalnya, gangguan mental pun dapat mempengaruhi keadaan fisik seseorang.

Nah, sebagai pencegahan, ada baiknya Sahabat Muslimah mengenal beberapa gangguan mental yang sering dialami oleh masyarakat. Dilansir dari laman HerStory, berikut di antaranya.

1. Kelainan dan gangguan tidur

Gangguan yang paling sering terjadi adalah insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur, walaupun punya cukup waktu untuk melakukannya. Gangguan tidur yang satu ini memang termasuk ringan dan mudah diatasi.

Selain insomnia, gangguan mental narkolepsi juga umum terjadi. Narkolepsi merupakan keadaan ketika seseorang sangat mudah tidur di tempat manapun baik ketika suasana ramai, saat bekerja, hingga saat menyetir.

Setelah insomnia dan narkolepsi, parasomnia juga dialami oleh banyak orang. Karena suatu penyebab, mereka yang mengidap parasomnia ini biasanya sering bermimpi buruk sehingga sering takut untuk tidur.

Walau terkesan ringan dan mudah diatasi, Sahabat Muslimah tetap harus waspada terhadap gangguan-gangguan di atas terlebih jika sudah menganggu produktivitasmu. Selain itu, kualitas tidur sangat mempengaruhi kesehatan organ dalammu, lho!

2. Bipolar

Gangguan selanjutnya adalah bipolar. Gangguan ini biasanya ditandai dengan perubahan emosi yang dratis dari pengidapnya. Mereka yang mengidap gangguan ini biasanya mengalami dua fase mania dan depresif yang dapat berubah dalam hitungan minggu dan bulan.

Jika Sahabat Muslimah mengalami gejala-gejala bipolar, sebaiknya segera berkonsultasi ke ahli, ya!

3. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder ini juga cukup umum dialami orang. Tak sama seperti kecemasan biasa, mereka yang mengidap gangguan ini biasanya tetap merasa cemas meskipun faktor pemicunya sudah hilang. Cemas juga bisa datang tanpa alsan yang jelas sehingga menggangu aktivitas.

Gangguan kecemasan memiliki gejala yang berbeda-beda bagi penderitanya, tergantung jenis gangguan kecemas yang dideritanya. Namun demikian, hal ini tetap patut kalian waspadai, ya!

4. Depresi

Depresi merupakan kondisi seseorang yang merasa sedih, putus asa, kecewa, bersalah, serta perasaan negatif lainnya.

Melabeli diri sendiri sebagai pengidap depresi tak bisa sembarangan, lho. Pasalnya, seseorang baru dikatakan mengalami depresi jika sudah dua minggu merasa sedih, putus asa, dan tidak berharga. Selain itu, harus dibarengi dengan gejala lain.

Depresi yang hanya dibiarkan saja tanpa penanganan ahli dapat menyebabkan produktivitas kerja, terganggunya hubungan sosial, hingga keinginan bunuh diri. Oleh karena itu, jika Sahabat Muslimah mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera mendatangi ahli.

5. Halusinasi dan delusinasi

Tak seperti insomnia dan kecemasan, halusinasi dan delusinasi termasuk kategori gangguan mental yang cukup berat. Gangguan mental ini erat kaitannya dengan indra penglihatan. Misalnya saja, seseorang merasa kalau dirinya melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh orang lain. Pada kasus yang parah, halusinasi dapat terjadi pada indra pendengaran bahkan peraba.

 

Leave a Comment