Mengenal Apa itu Fetish dan Cara Menanganinya

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu dihebohkan oleh kasus pelecehan seksual berselubung penelitian riset. Kasus ini menuai berbagai macam respons dan tak pelak, membuat banyak orang lebih melek dengan yang namanya fetish.

Mengenal Fetish

Dilansir dari Psychology Today, fetish adalah dorongan seksual yang kuat terhadap benda tak hidup atau bagian tubuh yang biasanya tidak dilihat sebagai objek seksual, berbarengan dengan gangguan signifikan lainnya.

Gangguan fetish adalah kondisi saat seseorang bergantung dengan benda tak hidup (misalnya sepatu heels) atau bagian tubuh non-genital (misalnya jari kaki) untuk mencapai kepuasan seksual. Tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya setiap individu memiliki fetish. Namun ketika fetish tersebut merugikan orang lain atau melanggar norma di masyarakat, barulah fetish itu disebut dengan gangguan fetish.

Gejala

Seseorang dikatakan mengidap gangguan fetish jika memenuhi diagnose di bawah ini berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

- Dalam jangka waktu kurang lebih enam bulan, seseorang berulang kali memiliki dorongan seksual yang melibatkan benda tak hidup (seperti pakaian atau sepatu) atau bagian tubuh non-genital tertentu.

- Dorongan seksual yang dimiliki seseorang tersebut membahayakan privasi orang lain, pekerjaan orang lain, atau menyimpang dari norma di masyarakat.

- Objek dari fetish adalah benda yang bisa ditemukan dalam keseharian seperti sepatu heels wanita, sarung tangan, dan sebagainya.

Apa yang menyebabkan fetish?

Gangguan fetish biasanya dimulai sejak masa pubertas, tetapi beberapa fetish bisa saja muncul sebelum masa remaja. Belum ada penyebab pasti mengapa gangguan fetish dapat muncul, namun beberapa teori mengatakan, bahwa fetish ini bisa saja ada karena kondisi seksual pada masa kanak-kanak atau pada masa pubertas remaja.

Sementara itu, anak-anak yang pernah menjadi korban gangguan fetish rawan untuk meniru gangguan fetish yang sama saat dewasa nantinya. Mereka meniru gangguan fetish tersebut untuk mencapai kepuasan seksual, dan tidak menyadari bahwa gangguan fetish tersebut melanggar norma sosial di masyarakat.

Beberapa ahli –dalam kasus pria dengan gangguan fetish– mengatakan bahwa gangguan fetish ini bisa saja muncul karena rasa tidak percaya diri, rasa takut ditolak, atau rasa malu. Mereka mencoba menggunakan fetish sebagai tameng untuk menutupi rasa tidak percaya dirinya.

Penanganan

Orang dengan gangguan fetish cenderung memiliki dorongan untuk mewujudkan fetish yang dimilikinya dalam waktu yang tidak tentu. Oleh karena itu, untuk penanganan efektif dibutuhkan waktu yang lama.

Penanganan yang paling umum adalah dalam bentuk terapi. Untuk hasil yang efektif, biasanya ahli akan melakukan terapi obat yang diberangi dengan terapi kognitif perilaku (Cognitive Behavioral Therapy).

Jika Sahabat Muslimah mengalami gejala-gejala di atas, maka jangan ragu untuk datang ke ahli, ya!

Leave a Comment