7 Cara Atasi Cabin Fever yang Marak Terjadi di Masa Pandemi

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Di era new normal saat ini, masyarakat mulai terbiasa untuk melakukan berbagai protokol kesehatan di tempat umum. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker hingga mencuci tangan. Meski kini sudah mulai banyak masyarakat yang melakukan aktifitas di luar, namun beberapa kegiatan seperti kuliah, sekolah dan kerja masih ada yang dilakukan dari rumah menggunakan sistem daring.

Melakukan kegiatan di rumah memang baik saat ini, namun nyatanya jika sudah terlalu lama maka bisa berdampak langsung terhadap kesehatan mental dan fisik. Salah satu yang akan terjadi adlah cabin fever.

Menurut Judy Ho Ph.D, seorang neuropsikolog dari Psychology Today mengatakan bahwa cabin fever ditandai dengan perasaan gelisah, lesu, sedih, sulit untuk berkonsentrasi, mudah tersinggung, motivasi menurun, dan bahkan claustrophobia.

Tentunya keadaan ini bisa semakin parah jika tidak segera diatasi, apalagi kita tidak tahu seberapa lama pandemi ini akan berlangsung.

Tak perlu khawatir, ada beberapa cara ampuh yang dapat mengatasi cabin fever dan membuat kesehatan mental serta fisik kita tetap terjaga.

Berikut 7 tips memberantas cabin fever dari laman Psychology Today:

1. Jaga rutinitas

Pastikan untuk tetap melakukan rutinitas seperti saat masih aktif berkegiatan di luar rumah. Seperti bangun pada jam yang sama setiap harinya, kemudian mandi dan bersiap-siap seolah akan melakukan kegiatan .

Memiliki “jam kerja” untuk melakukan pekerjaan dan belajar kemudian “jam rumah” dimana kita fokus untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga.

2. Tentukan area di rumah untuk berbagai aktivitas

Beberapa ruang di rumah harus dipisah antar ruang untuk bekerja dan belajar serta untuk bersantai bersama keluarga.

Mungkin kita akan tergoda untuk membawa laptop ke meja makan atau bekerja di tempat tidur, tetapi hal tersebut harusnya jangan dilakukan.

Ketika kita selesai dengan pekerjaan, usahakan untuk meninggalkan area yang ditentukan dan menghabiskan waktu di area lain di rumah. Jangan kembali ke "ruang kerja" sampai jadwal kerja berikutnya.

3. Gunakan cara kreatif untuk melakukan sosialisasi

Saat ini, bertemu langsung dengan kerabat dan sahabat mungkin masih terbatas. Tetapi, teknologi kini sudah sangat maju. Kamu bisa gunakan video call atau chatting untuk melakukan sosialisasi secara daring.

Ada cara lain yang bisa membuat sosialisasi menjadi lebih menyenangkan. Seperti contoh makan siang atau makan malam bersama dengan keluarga atau teman menggunakan video call. Bisa juga menonton film bersama sambil mengomentari dan berdiskusi saat film berlangsung atau setelahnya lewat aplikasi video chatting. Pastikan lakukan hal ini setidaknya beberapa kali dalam seminggu.

4. Bergerak setiap jam

Untuk mengatasi cabin fever ini, kamu bisa lakukan sederhana seperti berkeliling dalam rumah atau sekedar meregangkan badan. Melakukan pekerjaan rumah entah itu menyapu atau membereskan kamar tidur juga bisa menjadi solusi agar tidak mudah stress.

5. Membuka jendela dan keluar dari rumah

Berdiam diri di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama pasti akan terasa membosankan. Kamu bisa mengatasinya dengan jalan sebentar ke taman atau keluar rumah untuk menghirup udara segar dan berjemur.

Penelitian menunjukkan hal ini sangat efektif terutama jika dilakukan di pagi hari karena dapat menyelaraskan circadian rhythm kita yang membantu meningkatkan kualitas tidur. Jika tak memungkinkan untuk keluar rumah, cukup buka jendela rumah untuk melepaskan perasaan terkurung dan meningkatkan suasana hati.

6. Hindari menonton atau bermain game secara marathon

Menonton atau bermain game secara marathon memang dapat menghabiskan waktu secara cepat. Tetapi menurut penelitian, hal ini justru bisa menyebabkan perasaan depresi dan putus asa.

Cukup sediakan waktu selama dua jam per hari untuk menonton atau bermain game. Aturan ini juga berlaku saat menggunakan media sosial.

7. Tarik napas dalam-dalam dan lawan pikiran negative

Di masa-masa sulit ini kita akan mudah untuk kehilangan semangat dan harapan. Jika merasa terbebani dengan situasi ini cukup tarik napas dalam-dalam dan buang secara perlahan.

Kegiatan sederhana ini akan mengatur ulang otak dan tubuh kita serta menyuruhnya untuk bersantai. Kemudian kelola pikiran yang negatif dan merusak. Pikiran hanyalah peristiwa mental dan belum tentu mencerminkan kebenaran.

Cobalah teknik yang bernama teknik difusi. Ketika kita memiliki pikiran negatif, cukup tambahkan kalimat “Saya memiliki pikiran bahwa…” di depan. Jadi ketika kita berpikir, “Saya tidak akan bisa melewati hal ini,” berubah menjadi “Saya memiliki pikiran bahwa saya tidak bisa melewati hal ini.”

Latihan sederhana ini dapat menjauhkan diri dari pikiran berbahaya dan membantu mengekang reaksi emosional atau perilaku negatif selanjutnya

Itulah 7 tips dalam mengatasi cabin fever. Untuk sahabat muslimah yang sedang mengalami ini, tidak usah panik dan cukup jalankan hal-hal di atas. Tetap semangat dan jaga kesehatan ya!

 

Leave a Comment