Sindrom MIS-C Intai Anak-anak yang Pernah Terpapar COVID-19

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Setelah sembuh dari sebuah penyakit, biasanya orang tersebut akan dianjurkan untuk beristirahat untuk memulihkan kesehatannya. Sayangnya, kondisi ini tak berlaku bagi anak-anak dan remaja, rentang usia 2-15 tahun, yang pernah terpapar COVID-19.

Pasalnya, baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan sebuah sindrom baru bernama MIS-C yang menyerang anak-anak dan remaja setelah sembuh dari COVID-19.

Mengenal Sindrom MIS-C

Sindrom MIS-C (multisystem inflammatory syndrome in children) alias sindrom peradangan multisistem pada anak-anak, menyebabkan peradangan pembuluh darah pada seluruh tubuh. Sindrom ini pertama kali teridentifikasi pada April 2020, oleh tim dokter di rumah sakit khusus anak-anak di Amerika Serikat dan Inggris.

“Peradangan ini dapat membatasi aliran darah, merusak jantung, ginjal, dan organ lainnya. Sindrom MIS-C bisa jadi merupakan respons daya tahan tubuh terhadap SARS-CoV-2 coronavirus,” ujar spesialis penyakit menular pediatric, dilansir dari laman Johns Hopskin Medicine pada Selasa (8/9).

Fakta Mengejutkan Sindrom MIS-C

Seorang ahli neonatalogi dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio, Alvaro Moreira melakukan penelitian terhadap 662 anak-anak yang mengidap sindrom MIS-C dan menemukan sejumlah fakta mengejutkan.

Dilansir dari Science Alert, Tim Moreiro menemukan sindrom MIS-C ditandai dengan peradangan berat di beberapa bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, dan lain-lain. Gejalanya mirip dengan penyakit Kawasaki dan sindrom syok toksih (Toxic Shock Syndrome), tetapi dampak sindrom MIS-C lebih fatal karena memengaruhi sistem kerja organ tubuh.

Para pasien turut mengalami demam, dan mayoritas dari mereka menderita nyeri perut atau diare (73,7%) dan muntah-muntah (68,3%). Selain itu muncul juga tanda konjungtivitis dan ruam-ruam merah. Sayangnya, selama pengamatan 11 anak-anak meninggal. Hal ini menunjukkan tingkat kematian yang cukup rendah, sekitar 1,7 persen.

Di sisi lain, 54 persen anak-anak yang berhasil sembuh dari sindrom MIS-C menunjukkan abnormalitas pada kerja jantungnya. Abnormalitias yang dimaksud seperti pelebaran pembuluh darah koroner, fraksi ejeksi turun (menurunnya kemampuan jantung memompa darah bersih ke jaringan tubuh), dan sekitar 10 persen pasien menderita aneurisma pembuluh darah koroner.

Gejala Sindrom MIS-C

Walaupun kasus sindrom MIS-C masih jarang ditemui, tetapi dampaknya tidak main-main. Segera hubungi dokter atau klinik terdekat jika si kecil mengalami satu dari gejala-gejala berikut ini

• Demam sekitar 38 derajat celcius lebih dari 24 jam

• Lemas atau merasa kelelahan yang tidak biasa

• Muncul ruam-ruam merah

• Nyeri perut

• Muntah-muntah dan diare

• Bibir pecah-pecah

• Mata merah

• Tangan atau kaki membengkak

Di saat pandemi, semua orang perlu menjaga kesehatan. Ingat untuk makan makanan berimbang dan melakukan olahraga rutin. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Comment