7 Alasan Psikologis Mengapa Seseorang Bisa Terjebak Berita Hoax

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini berita palsu akan selalu ada di sekitar kita. Terlebih dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih juga beragam media sosial yang saat ini membuat berita hoax dengan mudahnya tersebar. Sehingga, tak jarang kita terjebak di dalamnya.

Untuk itu, penting bagi kita untuk mengenali alasan mengapa kita bisa dengan mudahnya mempercayai berita hoax. Agar kedepannya kita bisa lebih berhati-hati lagi. Berikut 7 alasan psikologis mengapa seseorang bisa terjebak berita hoax, dilansir dari Psychology Today. Yuk disimak informasinya!

1. Biasnya konfirmasi

Biasnya konfirmasi akan mempengaruhi keyakinan kita terhadap sebuah informasi. Jadi, jika kita tidak memperhitungkan konfirmasi bias ini dengan baik, maka kita akan cenderung percaya pada berita hoax. Hal ini terjadi juga sebaliknya, kita juga bisa skeptis (ragu) terhadap berita yang kita tidak sukai.

2. Kurangnya evaluasi terhadap kredibilitas

Kita tidak selalu berada di tempat kejadian saat peristiwa berlangsung. Sehingga, sering kali kita mengambil informasi dari berita yang sudah ada. Tanpa sadar, kita akan meyakini bahwa berita tesebut benar.

Padahal, perlu adanya evaluasi terlebih dulu. Caranya dengan melakukan research dan mengumpulkan berbagai bukti. Hal itu bertujuan untuk memastikan kebenaran artikel yang dibaca.

3. Ketidaksabaran dalam menerima informasi

Kebanyakan orang masih lengah dalam mengolah proses informasi. Tak jarang, kita hanya membaca informasi sekilas saja, bukan? Sekarang coba tanya diri kita sendiri, Apakah kita benar-benar memperhatikan apa yang dikatakan dalam berita atau apakah hanya mencari jawaban cepat?

Seberapa dalam kita mengevaluasi? Apakah kita cukup sabar untuk melakukan ini dengan benar? Apakah kita bahkan mengevaluasi atau hanya membaca sekilas sebelum melanjutkan ke informasi berikutnya?

4. Secara kognitif, ternyata kita malas memikirkan sesuatu yang kurang penting

Otak kita telah diatur untuk mengutamakan hal-hal yang lebih penting. Apakah sebuah berita hoax termasuk hal yang penting untuk kamu evaluasi? Mungkin iya, tapi kebanyakan akan menjawab tidak.

Oleh karena itu, seringkali kita gagal membedakan mana informasi yang tepat dan mana yang tidak. Hal itu dikarenakan karena kita terlalu mudah menyimpulkan dan menyederhanakan proses informasi.

5. Emosi menjadi penyebab terbesar

Emosi adalah penghalang terbesar untuk berpikir secara rasional. Orang yang berpikir dengan emosi cenderung menggunakan naluri hingga pengalaman masa lalunya. Berita hoax seperti propaganda akan meningkatkan emosi seseorang. Maka, dengan mudahnya kita akan percaya dengan berita yang menyesatkan.

6. Pengulangan berita memberikan ilusi kebenaran

Semakin sering kita mendengar sebuah informasi, maka semakin besar pula kepercayaan kita terhadap informasi tersebut. Mungkin saja seseorang awalnya tidak percaya dengan berita tersebut. Namun, jika kita semakin sering membacanya dan melihat paparan berita tersebut di berbagai media, maka tak menutup kemungkinan kita akan mempercayainya.

7. Tekanan sosial

Lingkungan sosial tentu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kita, termasuk dalam membuat sebuah keputusan. Pastinya, setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Nah, perbedaan inilah yang seringkali menimbulkan tekanan sosial.

Satu hal yang perlu diingat bahwa kepercayaan mayoritas belum tentu selalu benar, begitupun sebaliknya. Semua orang berhak menyatakan perspektifnya masing-masing dan semua orang juga berkewajiban untuk saling menghargai.

Nah itu dia 7 alasan mengapa kita sering percaya terhadap berita hoax. Semoga informasi tersebut dapat membantu kita menjadi seseorang yang lebih berhati-hati dalam menerima sebuah informasi.

Leave a Comment