Sering Galau Jadi Tanda Pendewasaan Diri? Ini Penjelasannya

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Sahabat Muslimah sering dilanda perasaan galau dan menyebabkan emosi yang tidak terbendung? Jangan khawatir, itu normal! Siapa sangka ternyata, perasaan tersebut adalah bentuk menuju pendewasaan diri, lho.

Melansir healthline.com, perasaan emosi dan galau adalah hal yang wajar dialami seseorang pada masa-masa pencarian jati dirinya dalam kurun umur 20-30 tahun, istilah ini diberi nama pendewasaan emosional.

Pendewasaan emosional itu berarti sikap dewasa yang diambil seseorang untuk mengerti keadaan dirinya sendiri dan orang lain, di mana mereka mengambil tindakan yang sesuai kondisi dan situasi, juga pandai mengontrol emosi. Seseorang yang memiliki karakter tersebut akan lebih bijak dalam menangani sesuatu terutama saat masa-masa sulit yang menyebabkan stres.

Namun, mengapa seringkali merasa emosi dan galau disebut sebagai pertanda pendewasaan diri ya? Berikut penjelasannya yang dirangkum oleh Muslimahdaily dilansir dari laman Healthline.

Perasaan emosi dan kegalauan dikaitkan dengan pendewasaan diri karena saat perasaan itu datang, manusia cenderung beradaptasi dengan lingkungannya, contohnya merespon situasi yang rumit dan mencoba untuk mengendalikan emosinya.

Istilah lainnya menyebutkan dengan berkaca pada kondisi diri, ini adalah skill untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Apalagi saat disambangi dengan tanggung jawab yang besar, seringkali kita merasa belum siap dan takut karena kurang bisa mengendalikan emosi dalam diri saat harus berinteraksi dengan orang banyak.

Untuk mengenali diri bahwa Sahabat Muslimah sedang dalam fase pendewasaan diri, di bawah ini dijelaskan apa saja karakteristik orang-orang yang dewasa secara emosionalnya.

1. Berani Bertanggung Jawab

Karakter seseorang yang berani bertanggung jawab menjadikannya dewasa secara emosional, dengan ini mereka akan berlatih untuk memberikan tempat pada dirinya di dunia sosial dan bermanfaat bagi orang lain.

Saat sedang dilanda sebuah masalah, seseorang yang berani bertanggung jawab akan berlatih untuk tidak menggunakan emosinya dengan menyalahkan orang lain (atau diri sendiri) dalam menyelesaikan masalahnya.

2. Memberikan Empati

Dengan berempati, seseorang akan menjadi dewasa karena tidak egois dan memikirkan dirinya sendiri melainkan berlatih untuk menunjukkan kepentingan dirinya bagi orang lain. Hal ini seperti berkaca bahwa tidak semua kehidupan sama, berbuat baiklah kepada semua orang, dengan ini emosi akan terlatih dan diri akan menjadi lebih baik lagi.

3. Tidak Malu Mengakui Kesalahan

Seseorang yang tidak malu saat mengakui kesalahan akan mudah meminta maaf. Hal ini melatih emosi untuk beradaptasi bahwa tidak semua yang terjadi merupakan beban dan kesalahan orang lain atau diri sendiri. Berkaca pada kesalahan umum dan mengetahui bahwa apa saja dapat terjadi di luar kendali.

4. Menetapkan Batas

Jika emosi dan kegalauan sulit terkendali, yang akan dilakukan orang saat menuju pendewasaan secara emosionalnya adalah dengan menetapkan batas. Hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan diri dalam mengontrol emosi.

Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk mencintai dan menghormati diri sendiri. Dengan menetapkan batas, Sahabat Muslimah akan mudah mengetahui mana yang seharusnya dilakukan dan tidak.

5. Mengetahui Apa yang Dibutuhkan

Saat galau, kita pasti merasa membutuhkan sesuatu namun kita tidak yakin akan memilih yang mana. Oleh karena itu, dengan adanya perasaan tersebut kita dapat belajar bahwa mengetahui kemauan diri sendiri itu penting karena tidak akan ada yang bisa kecuali diri sendiri yang memulai.

Itu tandi penjelasan mengenai kaitan perasaan emosi dan kegalauan dalam proses pendewasaan diri secara emosional, jangan lupa untuk memulai hari untuk diri sendiri dan beri semangat pada diri orang lain karena kita tidak hidup sendiri di dunia ini! Semoga bermanfaat ya, Sahabat Muslimah.

Leave a Comment