10 Penyebab Menstruasi Berkepanjangan yang Perlu Kamu Tahu

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Sahabat Muslimah pasti pernah mengalami kahwatir jika siklus menstruasi mulai berantakan dan tak sesuai jadwal biasanya. Apalagi kalau periode menstruasi berubah jadi lebih pendek atau panjang daripada biasanya. 

Sahabat Muslimah, waktu menstruasi yang normal adalah 2 hingga 7 hari. Ketika lama menstruasi melebihi waktu 7 hari, maka disebut sebagai menorrhagia atau menstruasi yang berkepanjangan. Menorrhagia tidak perlu dikhawatirkan jika hanya terjadi sesekali. Namun demikian, jika berlangsung selama terus menerus, artinya kamu harus waspada, nih. 

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab terjadinya menstruasi yang berkepanjangan. Yuk simak!

1. Pengaruh obat tertentu

Sahabat Muslimah, perlu kamu perhatikan nih ada beberapa obat yang dijual bebas dipasaran yang dapat mempengaruhi lamanya menstruasi lho. Antikoagulan seperti aspirin, zat ini membantu mencegah penggumpalan darah dengan mencegah trombosit menggumpal. Jika obat ini diminum secara teratur, secara tidak langsung akan memperpanjang siklus menstruasi karena menyebabkan aliran darah lebih deras. Sebaliknya, beberapa obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen, dapat membuat aliran menstruasi lebih ringan.

Selain itu obat antidepresan dan epilepsi juga dapat mengganggu menstruasi dan menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak tertatur. Beberapa obat antidepresan juga dapat menyebabkan aliran yang lebih deras dan kram yang menyakitkan. Jika obat tersebut mengganggu siklus menstruasi selama lebih dari tiga bulan, segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan.

2. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

Alat kontrasepsi hormonal seperti pil kombinasi (estrogen dan progestin), pil (progestin) dapat mempengaruhi aliran darah serta durasi siklus menstruasi. Sebagian wanita yang menggunakan KB hormonal bisa mengalami efek samping berupa menstruasi lebih lama. Jika keluhan ini dirasa mengganggu kamu, konsultasikan ke dokter untuk mencari alternatif alat kontrasepsi lain yang tidak menyebabkan menstruasi jadi lebih lama.

3. Perubahan hormon dan ovulasi

Sahabat Muslimah, kadar hormon yang tidak normal dapat memicu pendarahan menstruasi yang lebih lama dari biasanya. Ketidaksimbangan hormon bisa membuat wanita tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel-sel telur)

Akibatnya, dinding rahim akan terus menebal dan menstruasi akan tertunda. Namun saat menstruasi datang, dinding rahim yang tebal ini akan meluruh dan menyebabkan volume darah dan durasi menstruasi akan melebihi siklus normal.

4. Polip rahim

Polip rahim terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di lapisan rahim. Demikian pula dengan fibroid, yakni pertumbuhan jaringan fibrosa dan otot di dinding rahim. Baik fibroid maupun polip dapat menyebabkan menstruasi menjadi berat, penuh gumpalan serta berlangsung selama lebih dari seminggu.

Hal ini cenderung terjadi pada orang yang berusia sekitar 35 hingga 50 tahun, atau yang berada dalam perimenopause. Fibroid biasanya ditandai dengan nyeri panggul, sering buang air kecil atau kesulitan buang air kecil, sembelit, sakit punggung, dan sakit kaki.

5. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah produksi hormon tiroid yang rendah hal ini menyebabkan fluktuasi menstruasi, terutama pada individu yang lebih muda. Hal ini bisa membuat menstruasi lebih berat dan lebih sering, tetapi juga bisa membuat menstruasi berhenti sama sekali.

Adapun gejala yang menandakan hipotiroidisme di antaranya meriang, kelelahan, sembelit, kehilangan selera makan, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, rambut atau kuku kering serta depresi.

6. PCOS

Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS, terjadi ketika ovarium menghasilkan hormon pria atau yang disebut androgen dalam jumlah berlebihan. Ini dapat mengubah siklus menstruasi. Gejala yang timbul bagi pengidap PCOS adalah jerawat, kenaikan berat badan, bulu tumbuh secara berlebihan, bercak gelap di area leher, ketiak atau payudara.

7. Endometriosis

Gangguan ini terjadi ketika jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Salah satu gejala endometriosis yang paling umum adalah menstruasi yang tidak normal. Periodenya dapat berlangsung lebih dari 7 hari dengan aliran darah yang deras. Adapun gejala lainnya termasuk nyeri di perut bagian bawah, diare, sembelit, kelelahan, nyeri saat buang air kecil hingga infertilitas.

8. Adenomyosis

Adenomyosis terjadi ketika lapisan rahim (endometrium) tumbuh dalam otot-otot rahim. Salah satu gejalanya biasanya berupa durasi menstruasi yang lebih panjang dari siklus normal. Selain periode menstruasi yang lebih panjang, adenomyosis juga dapat memicu nyeri haid yang luar biasa disertai dengan tekanan perut di bagian bawah.

9. Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan perdarahan juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membekukan darah. Kondisi ini kemudian bisa menyebabkan menstruasi berkepanjangan pada penderitanya. Gejala yang timbul dari hemofilia ini adalah pendarahan berlebihan, nyeri sendi, serta mimisan.

10. Kanker

Menstruasi yang berkepanjangan bisa pula pertanda awal adanya kanker pada rahim atau leher rahim (serviks). Biasanya hal ini terjadi ketika pendarahan yang tidak normal, termasuk pendarahan hebat atau keluarnya cairan secara tidak teratur adalah gejala umum kanker serviks. Selain itu nyeri atau tekanan pada panggung adalah gejala lain dari kanker rahim.

Sahabat Muslimah itu tadi penyebab menstruasi yang berkepanjangan. Pada dasarnya menstruasi yang berkepanjangan dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Oleh karena itu, perlu konsultasi medis untuk memastikan diagnosis serta menentukan penanganan yang tepat.

Leave a Comment