Penting! Kenali 6 Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Jerawat yang timbul di wajah kerap mengganggu penampilan. Terlebih membuat kita kehilangan percaya diri saat tampil di depan banyak orang. Sudah berulang kali diobati, namun tetap saja jerawat datang lagi.

Untuk itu sebaiknya kenali dulu jenis jerawat yang timbul agar proses pengobatan dapat dilakukan dengan tepat. Kebanyakan orang memiliki jenis jerawat yang berbeda. Agar tidak bingung jenis jerawat apa yang muncul pada wajah kamu, simak penjelasan 6 jenis jerawat di bawah ini:

1. Komedo putih (whiteheads)

Komedo putih ditandai dengan benjolan kecil berwana putih atau berwana daging. Komedo terbilang jenis jerawat yang mendasar karena komedo muncul sebelum jerawat terbentuk. Biasanya komedo muncul di daerah yang mengalami gesekan seperti dagu atau garis rahang. 

Salah satu penyebab komedo putih adalah perubahan hormon yakni ketika haid. Menjelang haid, pori pori memproduksi sebum lebih banyak, akibatnya pori-pori menjadi tersumbat dan memicu komedo putih.

Cara menangani whitehead adalah dengan menjaga kebersihan area wajah agar terbebas dari bakteri dan sel kulit mati.

2. Komedo Hitam (Blackhead)

Jenis jerawat blackhead ini memiliki warna gelap. Proses munculnya blackhead yaitu ketika pori-pori terbuka, kemudian sel-sel kulit mati di pori-pori ini bereaksi dengan oksigen di udara dan akhirnya muncul komedo hitam.

Warna yang gelap pada blackhead disebabkan oleh pigmen kulit yang meningkat, bukan karena kotoran atau debu. Blackhead sering muncul pada area pipi, hidung, dan dagu. Faktor jenis jerawat ini terjadi karena penumpukan sel kulit mati, bakteri yang menyumbat pori, dan produksi minyak berlebih.

Blackhead bisa ditangani dengan menggunakan produk skincare yang mengandung retinol.

3. Papula

Papula merupakan jerawat kecil berwarna merah pada kulit. Papula biasanya muncul berkelompok dan sangat menyakitkan.

Jenis jerawat yang ini terjadi karena adanya penyumbatan yang tidak sampai ke permukaan kulit dan sel kulit mati terus menumpuk.

 Jika hal itu terjadi, sebum dan bakteri yang terperangkap akan menyebar ke jaringan kulit sekitar. Pada akhirnya menyebabkan kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri. 

Untuk mengatasi jerwat papula, salah satu caranya adalah dengan menggunakan pembersih wajah yang mengandung asam salisilat, benzoil peroksida atau sulfur.

4. Pustula

Pustula ditandai dengan benjolan berwarna kemerahan dan ujung benjolan berwana putih. Jerawat pustula berisi nanah maka dari itu ujung jerawat pastula berwarna putih.

Sama seperti papula, pustula sering muncul secara berkumpul dalam jumlah yang banyak. Jenis jerawat ini merupakan bagian dari jerawat inflamasi yakni jerawat yang sudah meradang.

Adapun cara alami untuk menangani jerawat pustula adalah dengan minyak esensial tea tree atau rosemary dan gel lidah buaya.

5. Jerawat pasir

Jerawat pasir atau yang akrab disebut bruntusan merupakan jerawat dengan bintik kecil yang belum berkembang. Jenis jerawat satu ini seringkali muncul dalam jumlah yang banyak. Tekstur jerawat pasir hampir tidak terlihat namun jika diraba akan terasa kasar.

Jerawat pasir biasanya terjadi karena iritasi kulit akibat tekanan pada pori-pori yang berlebihan, dan gesekan pada kulit. Perbedaan jerawat pasir dengan jerawat biasa terletak pada ukuran dan jumlahnya.

Cara tepat menyembuhkan jerawat pasir adalah dengan obat jerawat yang dijual bebas, seperti krim, salep, atau gel yang mengandung benzoil peroksida, tea tree oil, dan belerang.

6. Jerawat batu

Ciri jerawat batu atau jerawat kistik adalah ukurannya besar, teksturnya keras, warnanya merah menyala, terdapat nanah, dan terasa lebih sakit dibandingkan jenis lainnya. 

Salah satu pemicu terjadinya jerawat batu adalah meningkatnya hormon androgen. Hormon ini akan meningkat ketika usia remaja sehingga menyebabkan perubahan pada kulit.

Perubahan yang terjadi mengakibatkan tersumbatnya pori-pori kemudian timbul jerawat. Jerawat batu bisa disembuhkan dengan menggunakan obat oles seperti salep yang mengandung retionid (vitamin A).