Ini Bahaya Partner Phubbing, Penggunaan Handphone Saat Sedang Bersama Pasangan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Di zaman serba digital sepeti sekarang, tak dapat dipungkiri bahwa smartphone adalah kebutuhan setiap orang. Internet dapat menjaga hubungan jarak jauh, menjadi terasa lebih dekat. Email, Whatsapp, Facebook dan media sosial lainnya memungkinkan kamu untuk tetap berhibungan dengan teman atau kerabat lama. 

Hal ini juga memungkinkan kamu untuk bertemu dengan orang-orang baru yang terpisah oleh pulau bahkan negara sekalipun. Semua jaringan, konektivitas, dan akses ke informasi, belanja, game, menonton pertandingan olahraga, dan berita dapat bermanfaat bagi kita.

Namun pernahkah kita berfikir bagaimana efek kecanggihan teknologi terhadap kehidupan cinta dengan pasangan ataupun keluarga?

James A. Roberts dan Meredith E. David pada tahun 2006 melakukan penelitian mengenai efek dari Pphubbing (Partner Phubbing) atau penggunaan ponsel di hadapan orang yang kita cintai. Menurut penelitian ini, Pphubing jelas memberikan efek negatif terhadap kepuasan atau keharmonisan hubungan suami istri. Pada akhirnya ia akan berdampak pada kebahagiaan pribadi dan keluarga. 

Dalam studi terbaru dilansir dari Timephubbing dapat mengancam empat "kebutuhan dasar manusia" yaitu belongingness, self-esteem, meaningful existence dan self controlPhubbing juga akan membuat lawan interaksikita akan merasa dikucilkan dan diasingkan. Hal itu tentunya sangat berbahaya bila terjadi terus menerus. 

Selain itu Phubbing juga bisa menyebabkan interaksi tatap muka menjadi kurang berarti. Seperti penelitian Computers in Human Behavior pada tahun 2016, menemukan bahwa mengirim pesan teks ketika sedang melakukan percakapan langsung, membuat orang yang berinterkasi kurang puas atas percakapannya dibandingkan dengan orang yang berinteraksi tanpa adanya handphone

Penelitian tersebut mengajak kita untuk berfikir tentang bagaimana cara yang tepat untuk terhindar dari ketidakharmonisan rumah tangga, di tengah kebutuhan akan teknologi yang tak bisa dipungkiri. Jika kamu sudah mulai menemukan permasalahan ini dalam hubunganmu, maka ada baiknya untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pasangan.

Ungkapkan kekhawatiranmu, akui kesalahan dengan rendah hati dan mulailah untuk bertukar pikiran menemukan solusi bersama. Perlu diingat bahwa pemecahan masalah bukanlah untuk saling menyalahkan namun ini adalah tentang bagaimana keduanya bisa menemukan solusi yang tepat untuk menanggapi tantangan zaman.

Mengurangi Pphubbing

Susan Heitler ph.D seorang psikolog klinis memberikan contoh mengenai hasil diskusi problem solving pasangan yang memiliki permasalahan kepuasan pernikahan. Mereka memilih untuk membuat beberapa peraturan mengenai penggunaan handphone saat sedang berdua ataupun bersama keluarga.

    - Membuat kesepakatan waktu kapan dan dimana boleh menggunakan handphone

    - Sepakat bahwa tidak boleh menggunakan handphone saat di ruang tidur

    - Tidak diperbolehkan menggunakan handphone saat di dapur ataupun ruang makan

    - Membatasi waktu penggunaan laptop pada jam dan hari tertentu. 

Dengan dibuatnya kesepakatan tersebut, diharapkan agar suami istri bisa tetap melakukan komunikasi yang efektif secara langsung tanpa adanya gangguan dari notifikasi media sosial. Ketika peraturan itu dijalankan sebagaimana mustinya dan konsisten, maka insya Allah kepuasan akan hubungan dan kebahagiaan keluarga akan meningkat.

Terakhir, cobalah untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang bisa membuatmu lupa dengan handphone. Setelah hari berakhir, ceritakanlah kenahgiaan dan keluh kesahmu pada pasangan, jangan pada media sosial. Maka keduanya akan saling merasa berharga dan dibutuhkan.