Interdependent Vs Codependent: Hubunganmu Tipe yang Mana?

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dalam menjalin hubungan, diperlukan hubungan dua arah yang saling mendukung satu sama lain. Termasuk mendukung dalam memberikan rasa aman, intim, dan nyaman bagi dua pihak. Orang-orang cenderung terjebak dalam cara mereka mengekspresikan bentuk dukungannya pada pasangan, yang dapat berujung konflik.

Ketika terjadi konflik, dalam mencari solusi kadang dibutuhkan jarak untuk saling memberi ruang berpikir. Hal ini menjadi penting, karena meskipun terikat dalam hubungan bukan berarti sepenuh hidupmu hanya diisi oleh pasanganmu. Mampu untuk tetap memiliki ruang sendiri tanpa pasangan sangat penting agar tidak terjadi ketergantungan bagi kedua pihak.

Secara psikologis, ada dua tipe hubungan ketergantungan yang perlu kita ketahui, yaitu co-dependent dan interdependent.

Menurut psikolog klinis Leon F. Seltzer dari Psychology Today, hubungan co-dependent adalah hubugan yang sangat ketergantungan satu sama lain, saling mengandalkan. Seseorang dengan tipe hubungan co-dependent merasa perlu dibutuhkan oleh pasangannya jika mereka tidak merasa baik-baik saja dengan dirinya sendiri, kecuali mereka menyerahkan diri atau berkorban untuk pasangannya. Ironisnya, mereka akan merasa sendirian, tidak aman dan tidak layak. Tipe hubungan ini cenderung timbul dominasi satu pihak yang disebabkan oleh ego dan insecure yang tinggi.

Sementara hubungan interdependent adalah sebaliknya, tidak bergantung pada satu sama lain namun tetap dengan nyaman membantu, mengerti dan mendukung. Mereka memiliki batasan yang telah ditentukan dan dipertahankan di luar hubungan. Mampu tumbuh bersama tanpa saling mencekik. The Collab Counseling Center Miami mengibaratkan tipe hubungan ini dengan kamu dan pasangan layaknya pohon. Di bawah tanah akarnya saling menjalin, berbagi tanah yang sama. Membutuhkan hal-hal yang sama untuk berhasil tumbuh, tapi tetap kamu adalah pohonmu sendiri.

Secara singkat, berikut adalah contoh hubungan co-dependent:

- Kamu bertanggungjawab atas perasaanku

- Aku harus selalu bilang “Ya”

- Kita tidak bisa punya teman atau hobi yang berbeda

- Impian personal mengancam hubungan kita

- Ketika kamu pas tidak membutuhkanku, aku merasa tidak bahagia

 

Sementara berikut contoh hubungan interdependent:

- Kita masing-masing bertanggungjawab atas perasaan kita sendiri

- Kita masing-masing punya batas dan kita saling menghargainya

- Kita bisa punya teman atau hobi yang berbeda

- Kita saling menghargai impian masing-masing

- Kita saling mendukung untuk meluangkan waktu sendirian

 

Pasangan yang kuat adalah pasangan yang berbagi dan mengandalkan satu sama lain. Namun, mereka sadar bahwa pasangannya memiliki pikiran dan kepribadiannya sendiri. Mereka setara dalam hal yang berbeda dan mampu mengenali kekuatan dan kontribusinya dalam hubungan. Mereka mampu mengandalkan dan membutuhkan pasangannya, tanpa kehilangan jati dirinya. Jadi, perhatikan baik-baik bagaimana sikapmu terhadap pasangan dan jangan sampai terjebak dalam hubungan yang tidak sehat ya!