Pasutri Tak Perlu Khawatir, 5 Hal Ini Bikin Hubunganmu Tetap Harmonis di Bulan Ramadhan

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan pahala. Pada bulan ini umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dari mulai waktu terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Namun, puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hawa nafsu agar tak berbuat sesuatu yang tidak Allah senangi.

Bagi sebagian pasangan, terlebih pasangan yang baru menikah dan sedang dalam suasana cinta yang hangat, bulan puasa ini akan menjadi ujian terberat bagi mereka. Tak boleh melakukan hubungan suami istri di siang hari dan juga harus menjaga diri dari segala syahwat terhadap pasangan.

Namun, tak perlu khawatir ada beberapa hal yang bisa dilakukan suami istri di bulan Ramadhan untuk bisa tetap menjaga keharmonisan dan keromantisan dalam rumah tangga, berikut di antaranya:

1. Shalat dan tilawah bersama

Ramadhan kali ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita diharuskan untuk berkegiatan di rumah termasuk juga ibadah di rumah. Sebenarnya ini adalah momen yang tepat bagi suami istri untuk saling menyemangati dalam hal ibadah.

Shalat tarawih dan tahajjud bersama selama bulan Ramadhan, Insya Allah akan menambah keharmonisan rumah tangga dan juga keberkahan dari Allah. Jika selama ini sang suami tak ada waktu untuk menyimak bacaan Al-Quran istri, maka ini adalah saat yang tepat pula.

2. Memasak makanan kesukaan suami saat berbuka dan sahur

Memasak makanan kesukaan suami juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Kamu bisa tanyakan pada suami, makanan apa yang a inginkan untuk berbuka dan sahur. Insya Allah akan ada dua pahala yang kamu dapatkan, pertama memberikan makanan berbuka pada yang puasa kedua adalah pahala karena telah membahagiakan suami.

3. Berhubungan suami istri di malam hari

Hal ini diperbolehkan oleh Allah dan disampaikan langsung lewat firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 187.

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”

4. Bercumbu (Mubasyaroh) dan mencium istri ketika puasa bagi orang yang mampu menahan syahwatnya

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106).

Mubasyaroh adalah saling bersentuhnya kulit (bagian luar) antara suami istri selain jima’ (bersetubuh), seperti mencium. Hal ini tidak membatalkan puasa kecuali saat keluar air mani ketika bercumbu.

5. Mengerjakan pekerjaan rumah bersama

Jika suami memiliki waktu luang di bulan Ramadhan ini, maka ajaklah ia untuk mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Seperti merapihkan kamar, mendekorasi ulang ruangan yang tak terpakai, membersihkan album foto yang sudah terkena debu atau membereskan tumpukan buku yang belum sempat dibereskan.

Kegiatan sederhana ini bisa membangun kerjasama diantara suami istri dan juga kebahagiaan bersama saat melihat memori masa lalu melalui foto-foto atau benda yang pernah memiliki kenangan.

Sekian, semoga bermanfaat!

 

Leave a Comment