Jangan Disepelekan, Inilah Pentingnya Berhias Diri Untuk Suami dalam Islam

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Jika seorang wanita ingin sukses hidup berumah tangga bersama suaminya, serta mendapatkan curahan cinta dan perhatiannya, maka dia harus membantu suaminya untuk menundukkan pandangan serta membuatnya tidak tertarik melihat wanita lain.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara berhiad dan mempercantik diri untuk sang suami. Tentunya ditambah dengan menampilkan sifat-sifat sebagai wanita shalihah yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam sebagai sebaik-baik wanita melalui sabda beliau berikut ini,

“Sebaik-baik wanita adalah yang membuatmu berbahagia jika engkau melihatnya.”

Selain itu Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.”

Islam telah memerintahkan wanita untuk berhias dan memakai wangi-wangian bagi suaminya serta menjadikan perbuatan ini termasuk bagian dari sifat-sifat wanita shalihah yang merupakan wanita terbaik. Sebagai fitrahnya, wanita itu suka berpenampilan cantik dan menarik, berpakaian bagusm dan beraroma wangi, hanya saja sayang sekali beberapa wanita mengabaikan hal penting ini.

Jika ia pergi berkunjung atau dikunjungi oleh orang lain, maka ia akan berdandan secantik-cantiknya dengan hiasan yang beraneka ragam, sehingga dandanan dan hiasan itu justru untuk prang lain dan bukan untuk suaminya. Ini merupakan kesalahan besar yang dilakukan oleh banyak wanita.

Tak ada istri yang lebih manis bagi hati seorang laki-laki melebihi manisnya istri yang berhias dan berdandan hanya untuk dirinya.

Rasulullah sendiri telah memerintahkan orang laki-laki ketika kembali dari perjalanan untuk tidak masuk rumah menemui istrinya langsung, agar ia tidak mendpatkan istrinya dalam keadaan kotor dan acak-acakan, yang pada gilirannya hal itu akan membuatnya menjauhinya dan hendaklah ia bersabar, sehingga istrinya siap menyambut kedatangannya dengan memotong rambut yang diperintahlan untuk memotong atau mencabutnya, membersihkan diri serta berhias untuknya.

Rasulullah bersabda,

“Jika engkau masuk pada malam hari maka janganlah engkau masuk menemui istrimu sehingga wanita yang ditinggalkan itu mencukur bulu dan menyisir rambut yang masih acak-acakan.” (HR. Bukhari)

Kata al-maghiibah berarti wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya. Sedang menurut tasahid berarti mencukur bulu kemaluan atau yang semisalnya. Menurut asy-sya’sya’ah berarti yang sudah lama tidak mandi, membersihkan diri serta menyisir rambut.

Dalam hadist tersebut terdapat bimbingan mulia dari Rasulullah sekaligus pengarahan bagi wanita agar dia benar-benar memperhatikan kebersihan dan tidak memperlihatkan diri di hadapan suami kecuali dengan penampilan yang paling bagus dan paling cantik. Seakan-akan dia sedang berada di malam pertama, yang dapat menimbulkan rasa kasih dan sayang di antara keduanya.

Jika seorang wanita sudah benar-benar berusaha untuk tampil cantik secara terus-menerus, maka dia harus berusaha pula untuk mencari jalan yang bisa menjadikannya seperti itu di mata suaminya. Jika berhias dan memakai wangi-wangian itu merupajan salah satu sarana yang paling penting untuk mendatangkan cinta suami kepada istrinya, maka sang istri harus berusaha semaksimal mungkin untuk berhiad dan berdandan untuk suaminya serta memberikan porsi ini sebesar mungkin.

Pandangan seorang suami kepada istrinya yang berdandan dan mempercantik diri bisa menjadi perangsang yang paling kuat baginya sekaligus menyenangkan hatinya.

Sebab, seorang laki-laki itu telah banyak menghadapi berbagai macam godaan di luar rumah serta berbagai pemandangan menarik, di mana di luar telah banyak wanita yang berdandan secara luar biasa. Hal itu telah menempatkan tanggung jawab yang cukup berat di pundak istri. Sebab, ia harus melindungi suaminya, menjaga kesuciannya, dan membantunya untuk menundukkan pandangan juga menghindarkan berbagai macam godaan di luar.

Hal itu tak mungkin terealisasi kecuali jika istri menghias diri dengan sifat-sifat wanita shalihah yang diantaranya adalah membuat bahagia dan senang suaminya jika melihatnya, dan membuatnya berbahagia lahir maupun batin.

Dengan demikian, kecantikan itu terbagi menjadi dua yaitu cantik batin dan juga lahir.

Semoga kita bisa senantiasa menjadi penenang hati suami dengan selalu membiasakan diri untuk menghias diri bagi suami.

Sumber: Buku Menjadi Wanita Sukses dan Dicintai karya Syaikh Adnan Ath-Tharsyah

Last modified on Rabu, 20 Mei 2020 06:21

Leave a Comment