Agar Tak Keliru, Ajarkan Anak Ibadah di Bulan Ramadhan Sesuai Usianya

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Tahun ini mungkin adalah pengalaman pertama ayah dan bunda untuk mengajarkan anak berpuasa atau anak bunda justru ada yang bertekad akan berpuasa penuh. Jika memang begitu, ini adalah langkah awal yang baik.

Ayah dan bunda memiliki tugas penting untuk membantu si buah hati untuk menjalankan ibadah di bulan yang suci ini. Namun, ada hal yang tak boleh terlupakan, yaitu mengajarkan anak sesuai dengan usia dan perkembangannya.

Jika anak belajar sesuai dengan usia dan tugas perkembangannya, maka ia akan lebih mudah menjalaninya dan orangtua tak perlu khawatir atas sesuatu yang memang seharusnya belum bisa tercapai di usia anak saat itu.

Berikut bentuk-bentuk pengajaran yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan sesuai dengan usia dan perkembangan anak, menurut Praktisi Anak Usia Dini, Aninda Utet, M.Psi.T.

1. Tahun Perkenalan (2-3 Tahun)

Pada tahun ini anak masih dalam tahap pengenalan. Bentuk pengajarannya masih bersifat perkenalan dan tanpa paksaan.

Shalat : Pada usia ini anak mau memakai peralatan shalat dengan senang hati dan juga mengikuti gerakan shalat walaupun hanya satu rakaat

Puasa : mengajarkan pada anak arti puasa yang sederhana, seperti tidak makan dan minum. Bunda juga bisa mengajak si kecil untuk bersama-sama berbuka, tujuannya agar ia paham bahwa maghrib adalah waktunya untuk berbuka puasa.

Mengaji: Bunda bisa mulai mengenalkan huruf hijaiah pada anak. Goalsnya adalah ia bisa membaca huruf tersebut saat ditunjukkan oleh kita.

Surat pendek: Anak bisa mengulang surat pendek bersama orangtua

Cerita Nabi: Membacakan cerita-cerita nabi pada anak dan ajak dia mendengarkan dengan baik. Bunda juga bisa mengajak anak untuk membuka buku-buku ceritanya.

2. Tahun Pembentukan (4-5 tahun)

Masuk pada tahun pembentukan, anak-anak pada usia ini sudaj mulai belajar dan terjun langsung menjalani Ramadhan.

Shalat : Pada usia ini anak diharapkan bisa mengikuti shalat berjamaah dengan baik dari awal hingga salam. Kemudian, ia juga hafal urutan dan niat wudhu.

Puasa : Bunda boleh mengajarkan anak untuk mulai berpuasa setengah hari dan juga si kecil bisa hafal niat berpuasa dan doa berbuka puasa.

Mengaji: Mampu membaca huruf hijaiah yang belum disambung

Surat pendek: Anak hafal beberapa surat pendek. Pada usia ini orangtua juga diharapkan bisa membacakan surat-surat pendek yang sedang dihafalkan oleh anak saat shalat berjamaah.

Cerita Nabi: Setelah membacakan cerita Nabi pada si anak, bunda bisa mulai melakukan diskusi singkat dengannya.

3. Tahun Pembiasaan (6-7 tahun)

Pada tahun pembiasaan ini, anak diharapkan sudah mulai terbiasa menjalani bulan Ramadhan karena sudah memiliki tabungan ilmu di tahapan sebelumnya.

Shalat : Anak sudah mulai hafal bacaan-bacaan shalat dan mampu shalat sendiri tanpa disuruh dengan adab yang baik.

Puasa : Anak usia 6-7 hendaknya sudah mulai terbiasa untuk puasa sehari penuh dari sahur hingga magrib dan memahami puasa dalam makna yang sebenarnya.

Mengaji: Pada usia ini, anak diharapkan sudah mampu membaca huruf hijaiah yang sudah disambung. Lebih baik lagi orantua mulai mengajarkan mereka hukum-hukum tajwid.

Surat pendek: Orangtua berperan penting untuk mengetes surat-surat pendek yang telah dan sedang dihafalkan anak.

Cerita Nabi: Pada anak berusia 6-7 tahun, bunda bisa meminta mereka untuk menceritakan kembali cerita Nabi yang sudah dibacakan oleh bunda sebelumnya.

Sekian, semoga bermanfaat!

Sumber : Postingan Instagram @arkhairan “Kebersamaan di bulan Ramadhan.”