Bunda Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Saat Bayi Demam Tinggi

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Bagi bunda yang memiliki bayi pasti pernah mengalami kondisi dimana si kecil demam tinggi. Saat itu, bunda mungkin akan merasa panik dan bingung harus berbuat apa. Terutama untuk bunda yang baru pertama kali mengurus anak. Namun, tak perlu khawatir, karena sebenarnya kondisi tersebut adalah hal yang wajar terutama untuk bayi yang baru lahir. Demam adalah metode pertahanan tubuh si kecil dalam melawan virus yang masuk ke tubuhnya.

Demam hadir sebagai tanda bahwa tubuh bayi sedang melawan penyakit dan sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik. Salah satu contohnya adalah saat bayi demam setelah imunisasi.

Melansir dari healthline, bunda perlu tahu bahwa seorang bayi dikatakan demam apabila suhunya:

  • 100,4 ° F (38 ° C) atau lebih tinggi saat diperiksa dengan termometer rektal
  • 99,4 ° F (37,4 ° C) atau lebih tinggi saat diperiksa dengan metode lain

Perlu diketahui juga bahwa suhu tubuh bayi bisa naik apabila terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas atau memakai baju yang terlalu tebal. Apabila bayi masih terlihat aktif dan masih mau minum susu, maka orangtua sebaiknya jangan terlalu panik.

Yang perlu orangtua waspadai ketika terjadi demam pada bayi apabila demam dengan disertai tanda-tanda sebagai berikut:

1. Tidak nafsu makan

2. Terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain

3. Tidak responsif

4. Memiliki ruamti

5. Muntah

6.Diare

7. Uring-uringan saat tidur

8. Sesak napas atau napas bayi berbunyi

9. Terlihat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau popok tidak sebasah biasanya

10. Kejang

Menurut laman kidshealth, orangtua juga harus waspada apabila bayi berusia di bawah 3 bulan memiliki suhu 100,4 ° F (38 ° C) atau lebih
tinggi.

Demam ringan tidak selalu memerlukan kunjungan ke dokter untuk bayi yang berusia lebih dari 3 bulan. Bunda bisa mengobati demam di rumah dengan metode sebagai berikut, dilansir dari healthline:

1. Asetaminofen

Jika bayi berusia di atas 3 bulan, orangtua bisa memberi mereka asetaminofen anak-anak dengan jumlah yang aman. Jangan gunakan ibuprofen karena obat ini hanya boleh diberikan kepada bayi di atas 6 bulan.

Apabila orangtua ragu dengan jumlah dosisnya, maka bisa konsultasi ke dokter dan sebaiknya untuk menyetok obat penurun panas di rumah.

2. Sesuaikan pakaian bayi

Pakaikan pakaian yang ringan dan gunakan seprei atau selimut yang ringan agar tetap nyaman dan sejuk. Perlu untuk diingat bahwa melakukan overdressing pada bayi justru dapat mengganggu metode pendinginan alami tubuh mereka.

3. Turunkan suhu disekitar bayi

Jagalah rumah dan kamar bayi agar tetap dingin. Hal ini dapat membantu mencegah bayi terhindar dari kepanasan.

Mandikan bayi dengan air hangat

Pastikan air untuk mandi bayi tidak terlalu panas untuk kulitnya. Mandi air hangat juga memungkinkan bayi untuk menghirup udara hangat sehingga melancarkan pernapasannya. Selain itu tubuh bayi juga akan terasa lebih rileks.

Segera keringkan bayi setelah mandi dan kenakan pakaian yang ringan.

4.Pastikan bayi tidak dehidrasi

Beri bayi asupan cairan yang cukup seperti ASI, susu formula, atau air putih, guna menghindarkan bayi dari dehidrasi.

Sebaiknya bunda tidak menunda untuk pergi ke dokter apabila bayi yang baru lahir mengalami demam atau bayi dengan demam yang terus menerus. Hal ini dilakukan agar bayi mendapat penanganan medis yang sesuai.

Juga tidak memberikan sembarangan obat pada bayi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter. Terakhir, jangan kompres bayi dengan air dingin karena hal ini justru dapat meningkatkan suhu tubuhnya.