Sayang Anak, Jauhkan Si Buah Hati dari Gadget

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Menjadi orangtua bagi anak balita di era internet ini, menjauhkan gadget dari jangkauan si kecil bukanlah hal yang mudah. Perlu diakui gadget dapat membantu bunda untuk menenangkan si kecil yang tidak bisa diam. Gadget pun sudah bukan menjadi barang aneh lagi bagi mereka. Namun, sudah benarkah keputusan bunda membiarkan si buah hati bermain gadget?

Jika dilihat dari satu sisi, memang membiarkan mereka bermain gadget terlihat sebagai hal yang positif. Selain si kecil tidak akan mengganggu kegiatan Anda, sudah banyak tersedia aplikasi game khusus untuk mengasah daya pikir anak dan bahkan dapat membantu anak belajar membaca atau hitung-hitungan.

Namun, bunda tidak bisa hanya melihat dari satu sisi saja. Penggunaan gadget pada anak balita juga dapat mengakibatkan dampak-dampak berbahaya bagi si kecil loh, bunda. Baik dari segi kesehatan maupun psikologisnya. Apa sajakah dampak negatif tersebut?

1.Menjadi sulit tidur

Balita Anda membutuhkan setidaknya 12 jam waktu tidur tiap harinya agar ia dapat tumbuh dengan sehat. Namun hampir semua layar gadget mengeluarkan blue light yang dapat mengirimkan sinyal yang salah pada otak anak. Ketika seharusnya pada waktu tersebut Ia sudah mengantuk, menjadi tetap segar dan sulit untuk tidur sehingga porsi tidur si anak akan berkurang.

2.Kurangnya aktivitas fisik yang dapat mengarah pada obesitas

Ketika anak bermain dengan gadgetnya, anak akan menghabiskan waktu berjam-jam duduk tanpa melakukan aktivitas lainnya. padahal secara alami, anak memiliki kebiasaan untuk terus bergerak, berlari, melompat-lompat atau menari yang dampat mengembangkan kerja jantung, paru-paru, tulang, otot, dan otak mereka, Center for Disease Control and Prevention menjelaskan bahwa anak setidaknya diberikan satu jam untuk melakukan kegiatan fisik tiap harinya. Jika kebiasaan duduk tanpa melakukan kegiatan fisik ini dibiarkan maka bisanya akan mengakibatkan obesitas pada anak.

3.Meningkatkan resiko ADHD pada anak

Pada awal tahun 1990, kurang dari 5% anak di Amerika Serikat terdiagnosa memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yaitu gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan ia menjadi sulit untuk fokus dalam jangka waktu yang lama. Namun 10 tahun kemudian, dilandir dari CDC pada laporan dari New York Times, jumlah anak yang menderita ADHD pun meningkat 11 persen. Peningkatan yang drastis ini disebabkan dari perubahan sosiologis, meliputi bagaimana anak zaman sekarang yang banyak menggunakan internet dan gadget karena alasan edukasi maupun untuk mengisi waktu luang.

4.Tidak bersosialisasi dengan orang sekitar

American Psychological Association telah menunjukan bahwa masih dilakukannya studi tentang pengaruh negatif dari gadget terhadap kemampuan sosial anak. Namun walaupun begitu, sudah merupakan fakta bahwa semakin banyak waktu yang digunakan si kecil di depan layar gadgetnya, semakin sedikit waktu untuknya untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Walaupun dengan menggunakan gadget pengguna tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagai aplikasi yang ada. Namun anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung secara bertatap muka.

5.Dapat berpotensi menyebabkan gangguan mental

Sejumlah studi menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berpotensi menjadi penyebab tingkat depresi pada anak, kurang konsentrasi, kecemasan, autisme, bipolar, serta perilaku bermasalah lainnya.

Sama halnya dengan remaja dan orang dewasa, penggunaan gadget pada anak dapat memberikan dampak positif dan negatif. Maka tugas bunda adalah menjadikan gadget sebagai hal yang positif untuk anak dan membatasi penggunaannya dalam jangka waktu yang wajar, sehingga anak dapat terhindar dampak-dampak berbahaya dari gadget.

Leave a Comment