CCE Community ; Peduli pendidikan untuk anak jalanan & Pemulung

Muslimahdaily - Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting untuk kemajuan sebuah bangsa maupun agama. Karenanya semua orang berhak mendapatkan pendidikan di bangku sekolah, begitupun juga kaum marjinal seperti anak jalanan dan pemulung. Namun faktanya tidak semua dapat mengenyam pendidikan, dari hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan di 12 kota besar menunjukan bahwa jumlah anak jalanan tahun 2003 sebanyak 147.000 orang. Dari data tersebut terungkap, sebanyak 60% putus sekolah, 40% masih sekolah.

Melihat fenomena dan data diatas tersebut menggerakan para anak muda dari berbagai profesi untuk membangun sebuah komunitas CCE Community. CCE Community yang didirikan pada 12 September 2015 merupakan sebuah wadah para pemuda yang peduli pada kaum marjinal, anggota dari komunitas ini akan menjadi relawan secara cuma - cuma dan sepenuh hati untuk mengajar anak jalanan dan pemulung sebagai binaan mereka. Menurut Founder dari Charity of Children Education yang disingkat menjadi CCE Community, Agustina Dwi Handayani menggungkapkan bahwa didirikan komunitas ini sebagai prihatin dan rasa peduli anak jalanan yang tidak mengenal baca dan tulis.

"Karena banyaknya anak anak jalanan di lapak pemulung kebagusan banyak yang putus sekolah dan jauh dari dunia pendidikan, oleh karena itu kami pemuda indonesia ingin menciptakan generasi yg lebih baik dari kami dengan membina anak-anak jalanan." tutur Dwi saat diwawancarai Muslimahdaily.com(14/08/15).

Adapun kegiatan dari CCE Community sendiri lebih terfokus mengajar, memotivasi & menginspirasi.

"Kegiatan yg di usung di CCE Community, mengajar anak putus sekolah dan akan di ikut sertakan sekolah paket, kelas motivasi dari kalangan peakerja misal dokter, guru, polisi, artis, pilot, dll. kita mendatangkan langsung relawan yang berprofesi seperti di atas untuk memotivasi cita-cita dari Adik - adik binaan CCE Community, itu kami lakukan di perkampungan pemulung Jalan Kebagusan 1 RT.06/09 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dimana Kami mengajar pada sore hari jam 15.00-16.00 wib di hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu.” Tambah Dwi.

Banyak suka dan duka yang telah dijalanin Relawan CCE dalam mengemban misi sosialnya.

"ketika bicara tentang pengalaman suka duka luar biasa. kalau suka dengan mengajar anak anak marginal, kami tidak hanya mentransfer ilmu, namun banyak ilmu yang kami dapatkan dengan kami berkecimpung langsung ditengah mereka, yang paling berharga adalah ilmu syukur dan ikhlas karna melihat adik-adik yang berkekurangan mereka tetap bahagia menghadapi hidup. Duka yang kami rasakan adalah betapa mirisnya melihat bagian kecil kota jakarta masih banyak penduduk marginal yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah namun keberadaan mereka masih terpinggirkan atau sama sekali tidak dilihat., untuk anak yang kami bina mungkin kesulitannya terkadang mereka sulit diatur." Curhat Dwi prihal suka dan dukanya mengajar kaum marjinal.
harapan akan terbentang luas untuk membantu anak jalanan dan pemulung

"Doakan ya kami terus mampu mencetak generasi yang berkualitas dan mandiri" tutup Dwi

Oh ya! CCE Community sangat terbuka loh bagi siapapun yang ingin menjadi relawan, Untuk mendaftar CCE bisa menunggu info recruitment volunteer lewat twitter CCE di @CCE_Community. Sukses terus CCE Community!

1 comment

Leave a Comment