Perempuan Yang Menjadi Menteri Paling Muda Ini adalah Seorang Muslim

Muslimahdaily - Aida Hadzialic. Diusiannya yang masih tergolong muda, 28 tahun dan merupakan seorang imigran Muslim Bosnia. Aida diangkat sebagai menteri pendidikan Swedia, Aida ternyatat menjadi mentri termuda di Swedia, seperti yang dilaporkan kantor berita Mi’raj Islamic News Agency (MINA) seperti dari dikutip Arab News beberapa waktu lalu.

Aida Lahir pada tahun 1987 di Foca, Bosnia, dan sekarang politisi Swedia ini merupakan orang paling muda yang pernah menjabat posisi menteri di Swedia, seperti yang dilaporkan kantor berita Mi’raj Islamic News Agency (MINA) yang mengutip Arab News beberapa waktu lalu.

Aida berusia lima tahun ketika orangtuanya menyelamatkan diri dari perang di Bosnia-Herzegovina dan beremigrasi ke Swedia.

Aida yang merupakan politisi partai Sosial Demokrat ini menjabat menteri pendidikan untuk Sekolah Lanjutan Atas dan Pelatihan Untuk Orang Dewasa. Aida mengatakan ia menjadi seorang sosial demokrat karena model kesejahteraan Swedia yang diberikan kepada keluarganya merupakan kesempatan baru untuk memulai kehidupan setelah mereka menyelamatkan diri dari perang di negara asalnya.

Pada tahun 2013, Aida masuk daftar orang yang paling berpengaruh di Swedia, bahkan menempati posisi ke 10.

Pada tahun 2012, terdapat 44 ribu pencari suaka yang masuk ke Swedia, kebanyakan berasal dari negara yang tercabik perang saudara seperti Syria, Afganistan, dan Somalia. Swedia merupakan salah satu negara incaran para imigran karena negara ini merupakan kelima termakmur di dunia.

Kemakmuran negara ini merupakan prestasi besar tersendiri karena Swedia bukanlah produsen minyak ataupun bahan tambang penting  yang dapat mendatangkan devisa besar bagi Swedia. Apa yang menjadi tulang punggung ekonomi Swedia tidak lain adalah hasil industrinya yang memang agak spesisifik yaitu peralatan mesin, alat berat, alat transportasi, produk kertas dan bahan-bahan idustri kimia. Walaupun tingkat kuantitasnya tidak begitu besar, nilainya sangat besar dan dikonsumsi oleh penduduknya yang hanya sedikit dan selebihnya diekspor maka pendapatan perkapitanya menjadi besar. 

Negara ini termasuk dalam kelompok negara Skandinavia di bagian utara benua Eropa bersama dengan Norwegia, Finlandia. Dulunya Swedia bersama Norwegia dan Denmark merupakan kesatuan yang utuh, tapi sekarang terpisah menjadi negara yang berdiri sendiri. Negara ini memiliki wilayah yang cukup besar di benua Eropa walaupun dibandingkan dengan Indonesia hanya 94 persen dari pulau Sumatera.

Dengan kemakmuran yang dicapai Swedia, tak heran sampai sampai sekarang para pencari suaka terus berbondon bondong datang ke Swedia, dan Aida Hadzalic merupakan contoh imigran yang sukses di Swedia.