Mengenal Maysoun Douas, Wanita Berhijab Pertama di Dewan Pemerintahan Madrid

Maysoun Douas Maysoun Douas (foto: alkhaleejtoday.com)

Muslimahdaily - Namanya adalah Maysoun Douas, wanita berdarah Maroko kelahiran Spanyol ini menggambarakan dirinya sebagai seorang feminis muslim, pengusaha, aktivis sosisal dan pakar inovasi. Ia memiliki gelar doktor dalam bidang fisika, dan memulai karirnya di bidang politik dengan partai Más Madrid (More Madrid).

Douas mengatakan bahwa tahun lalu dirinya diundang untuk mencalonkan diri di dewan kota Madrid oleh walikota Manuela Carmena, yang menempatkannya dalam urutan ke-12 dalam daftar 25 kandidat. Ia tak memiliki pengalaman atau keterlibatan sebelumnya dengan partai politik atau gerakan apapun.

"Ketika saya menerima telepon ... Saya setuju untuk bergabung dengan platform terbuka oleh politisi dan profesional yang ingin memanfaatkan efek positif dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam hal pengeluaran anggaran sosial, angka keuangan yang baik, pajak yang adil, manajemen inovatif dari mobilitas, dan partisipasi sipil dalam pemerintahan kota, ”ujarnya.

"Sebelumnya, saya adalah pembangun ekosistem untuk pusat inovasi perkotaan La Nave, jadi saya sangat menyadari potensi kota ketika inovasi dan kewirausahaan didukung."

Douas bercita-cita untuk menjadikan Madrid menjadi sebuah kota yang memilki karakter inovatif dengan cara membuat lingkungannya menjadi ramah akan startup dan juga teknologi.

Menjadi Anggota Dewan Pertama yang Berhijab

Douas adalah anggota dewan pertama di Madrid yang mengenakan hijab Sejak Mei 2019. Karena, bagi mereka tak lazim melihat publik figur yang mengenakan hijab. Namun, bagi Douas identitasnya sebagai muslim bukanlah hal pertama yang menjadi tantangannya saat bekerja. Tetapi lebih kepada kurangnya pengalaman.

"Ini adalah pengalaman baru bagi kita semua, untuk kolega saya di pesta dan juga kolega saya di balai kota, dan tentu saja bagi saya," katanya. "Tantangan yang saya hadapi terkait dengan keterampilan politik saya, yang masih saya kembangkan."

Ada harapan bahwa ia akan fokus pada masalah yang berkaitan dengan etnis dan agama minoritas, meskipun beberapa rekannya telah mencurahkan kehidupan politik mereka untuk masalah seperti itu.

Douas meminta dan berharap warga Madrid untuk melihat jauh dari hanya sekedar penampilan dan agamanya, tetapi lebih kepada ide-ide dan rencananya untuk kemajuan kota.

"Saya menganggap diri saya lebih dari sekedar wanita Muslim yang mengenakan jilbab," katanya.

“Seperti semua orang, saya memiliki nilai-nilai, banyak di antaranya bersifat universal, namun tanggung jawab saya melampaui representasi minoritas; ini tentang kesetiaan kepada kota Madrid dan tentang melayani tetangga saya dan mengadvokasi untuk kepentingan dan kesejahteraan mereka."

Ibu dari empat anak ini mengatakan bahwa ia juga memiliki pengalaman yang beragam di luar dunia politik. Tentunya hal ini akan membantu dia untuk bisa melayani masyarakat kota dengan lebih baik.

Douas dan Identitas Feminisnya

Orang-orang di Spanyol masih sering terkejut saat mengetahui bahwa Douas adalah seorang Muslim dan juga feminis. Tetapi ia percaya bahwa yang paling penting bagi wanita adalah sebuah dukungan, terlepas dari latar belakang mereka.

Douas percaya bahwa ada kebutuhan masyarakat global untuk merangkul pendekatan yang lebih inklusif, terutama yang berkaitan dengan feminisme dan hak-hak perempuan.

Baginya, tak ada bentuk feminisme tunggal, tetapi ada beberapa aliran pemikiran. Namun, menurutnya faktor pemersatu setiap orang adalah saat menyetujui untuk mengadvokasi hak-hak perempuan.

"Sudah saatnya .... untuk memberi tahu semua orang bahwa wanita akan mendukung wanita lainnya dalam mencapai hak-hak mereka tanpa memandang agama, etnis, budaya atau asal," katanya.

Melawan Stereotipe

Menurut Douas, jika banyak orang yang bertanya-tanya apakah dirinya telah menghancurkan stereotip tentang wanita muslim di Spanyol itu adalah hal yang wajar. Tetapi, bagi Douas pertanyaan sesungguhnya adalah apakah sikap masyarakat Spanyol mulai berubah ketika mereka lebih banyak terlibat dengan Muslim.

"Saya lahir di Granada," katanya. "Sepanjang jalan saya harus menghancurkan banyak stereotip. Saya tidak melihatnya sebagai hal buruk, melainkan untuk mendukung keragaman sebagai bagian dari masyarakat kita."

Menurutnya, lebih baik untuk mengajukan pertanyaan sebaliknya. Bertanya pada teman, kolega dan masyarakat luas tentang pandangan mereka mengenai Islam, Muslim dan perempuan setelah bertemu dengan dirinya atau perempuan muslim lainnya.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa Spanyol sangat tertinggal dari beberapa negara Eropa lainnya dalam hal merangkul keanekaragaman. Masih jarang ditemukan seorang wanita muslim mengenakan jilbab di tempat kerja. Namun, Douas mengatakan bahwa saat ini mulai terjadi pergeseran ke arah penerimaan keberagaman sebagai nilai, dan bangga karenanya.

Sementara, disisi lain banyak wanita Muslim yang mungkin telah berjuang untuk mendapatkan penerimaan di tempat kerja dan membangun karirnya, tantangan telah membuat mereka menjadi lebih tangguh.

Hal itu juga memberikan motivasi bagi mereka untuk lebih mengembangkan keterampilan dan kemampuan sehingga mereka akan menjadi lebih berkualitas. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan promosi dan peningkatan karier.

Douas juga berpesan pada perempuan muda Muslim di Spanyol yang memiliki ambisi politik untuk tidak memandang politik sebagai karir. Tetapi lebih kepada peluang untuk menjadi bagian bagian dari keputusan sosial yang diakhiri dengan proses politik.

Ia menambahkan, "Partisipasi politik sangat luas, dan ada ruang bagi banyak inisiatif dan peran sosial untuk dipenuhi."

Sumber: Arab News

 

Leave a Comment