Azzah Sultan, Menentang Pandangan Negatif tentang Muslimah Melalui Seni

Azzah Sultan Azzah Sultan ( Foto : Azzahsultan.tumblr.com )

Muslimahdaily - Azzah Sultan, wanita keturunan Malaysia ini tidak menyangka akan menyaksikan maraknya Islamofobia ketika ia pindah ke Amerika pada tahun 2013. Wanita pencinta seni ini pindah ke New York pada umur 16 tahun untuk melanjutkan studinya di Parsons School of Design. Ia berada jauh dari keluarganya dan harus menghadapi banyaknya pandangan negatif orang-orang Amerika terhadap Islam. Namun, ternyata Sultan memiliki cara untuk melampiaskan perasaannya, yaitu melalui seni.

“Aku menggunakan seni untuk mengekspresikan perasaan dan rasa frustasi, ” jelas Sultan pada wawacaranya dengan Huffington Post.

Untuk menyelesaikan karya terbarunya yang dinamai “Home Sweet Home”, ia mengundang para muslimah dari seluruh belahan dunia melalui sosial media, Facebook, Tumblr dan Instagram untuk mendonasikan hijab berwarna merah, putih dan biru.

Harapannya, karyanya dapat menunjukan bahwa menjadi seorang muslim tidak membuat seorang berdarah Amerika kehilangan identitasnya sebagai orang Amerika.

“Tindakan saya menjahit hijab-hijab ini memberi latar belakang dan kisah-kisah berbeda dari para muslimah dalam satu karya,” Tutur Sultan. “Ini merepresentasikan testimoni yang datang dari banyak muslimah dengan latar belakang berbeda-beda namun memiliki pendapat yang sama tentang menjadi seorang muslim dan keturunan Amerika.”

Kebanyakan karya dari Sultan berfokus pada identitas seseorang sebagai muslimah. Ia mereasa media dan masyarakat yang dirasa masih banyak salah menilai muslimah dan me-label muslimah sebagai “wanita tertindas, bodoh, kuno, dan sebutan-sebutan negatif lainnya.”

Sultan menyelami lebih dalam lagi mengenai identitas para muslimah dengan seri fotografinya yang berjudul “We Are Not The Same” yang melambangkan perbedaan pengalaman dan perasaan dari para muslimah. Karya ini bertujuan untuk menunjukan bahwa walaupun muslimah memiliki kepercayaan yang sama, tapi kami memiliki kesukaan, kepribadian, budaya dan hobi yang berbeda-beda.

Sultan akan lulus dari Parsons pada musim semi ini dan berharap dapat terus melanjutkan mengadakan pameran untuk karyanya sebelum ia menyelasaikan sekolahnya.

“Tujuan utama saya, Insha Allah, adalah untuk memiliki galeri saya sendiri sebagai tempat untuk saya bekerja bersama dengan seniman-seniman muslim lainnya yang juga ingin mendirikan lingkungan tempat kita dapat mengekspresikan diri melalui seni,” Jelas Sultan.

Last modified on Rabu, 13 Juli 2016 17:05

Leave a Comment