Amanda Saab Muslimah Pertama yang Ikut ‘MasterChef’ Amerika

Amanda Saab Muslimah Pertama yang Ikut ‘MasterChef’ Amerika Foto : eater.com

Muslimahdaily - Seorang wanita muslim Amerika menjadi chef muslim pertama yang mengikuti acara memasak terkenal di Amerika Serikat, Masterchef yang ditayangkan stasiun televisi Fox. Hal ini seakan menepis stereotip negatif tentang wanita muslim yang berhijab.

Amada Saab didukung oleh suaminya untuk mengikuti audisi Masterchef di Los Angeles. Sang suami menyuruhnya setelah melihat iklan tentang acara tersebut untuk season terbaru. Muslimah berusia 26 tahun ini memang terkenal suka memasak dan memiliki blog tentang resep uniknya untuk berbagai makanan. Dia juga memiliki website sendiri yang membahas tetang berbagai resep masakan appetizer, makan malam dan pencuci mulut. Umumnya Saab memasak masakan Mediterania dan Amerika serta menggabung keduanya menjadi makanan baru dan unik, misalnya zucchini boats, ayam jalapeño popper dan ayam Sriracha.

“Makanan yang saya suka masak adalah makanan mediterania modern” ujarnya.

“Saya suka makanan tradisional dan menggabungkannya dengan teknik masak modern. Perpaduan rasa makanan Arab dan Amerika merupakan hal yang ingin saya tunjukkan dalam kompetisi” katanya.

Dalam Masterchef kali ini Saab harus berkompetisi melawan 39 kontestan lainnya. Berkat kemampuannya dalam memasak, Saab lolos ke tahap selanjutnya dan mendapatkan apron MasterChef dengan 21 orang lainnya. Pada tahap selanjutnya, kontestan diharuskan untuk berkompetisi satu sama lain dan memasak masakan khas yang diminta. Juri pada season kali ini adalah Chef Gordon Ramsay, Graham Elliot dan Christina Tosi.

Pemenang dari acara ini akan mendapatkan uang $250.000 (sekitar 3 miliar), trofi dan juga mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan buku masak sendiri.

Mendapat dukungan luar biasa

Sejak mengikuti kompetisi memasak tersebut, Saab mendapat begitu banyak dukungan dari orang-orang di sekitarnya, keluarga dan juga teman. Dukungan juga ditunjukkan para pemakai sosial media.

“Saya rasa orang-orang sangat senang dengan masakan yang saya buat” kata Saab. “Masakan saya inovatif, baru dan seakan berbicara siapa saya ke dalam sebuah piring” tambahnya.

Memakai hijab saat memasak, Saab berharap bahwa kemunculannya di televisi nasional mampu mendobrak stereotip negatif tentang wanita muslim yang berhijab.

“Saya sempat merasa deg-degan karena mungkin saja ada protes karena saya berhijab dan saya telah mengalami hal tersebut hampir setiap hari sebagai seorang muslim di Amerika” katanya.

“Namun sejauh ini semuanya mendukung. Saya memiliki banyak sekali orang yang mendukung dari komunitas Arab dan Muslim dan juga pekerja sosial. Saya sangat beruntung memiliki banyak orang yang menyukai dan mendukung saya” kata Saab mantap.

Sumber : onislam.net

Last modified on Minggu, 15 November 2015 20:47

Leave a Comment