Yuli Wulandari, Muslimah Juga Ingin Berprestasi

Yuli Wulandari Yuli Wulandari ( Foto : Channelbasket.com )

Muslimahdaily - Indonesia memiliki satu-satunya wasit wanita hingga ke FIBA (Federation International de Basketball). Yuli Wulandari, wanita berumur 29 tahun ini memiliki banyak prestasi di bidang wasit olahraga basket. Karirnya dimulai ketika ia memimpin sebuah pertandingan di Kuala Tungkal, PON, WNBL (Women National Basketball League), dan sebagainya. Wanita asal Kuala Tungkal, Tanjung Jabung, Jambi ini mengaku bahwa menjadi seorang wasit bukanlah hal yang mudah. “Dibutuhkan mental, fisik, dan keberanian di lapangan.” ujarnya.

Yuli berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan impiannya menjadi wasit wanita nasional bahkan internasional. Meski banyak orang yang meragukan dan meremehkan dirinya karena ia seorang wanita, ia tetap percaya akan kekuasaan Allah. Tidak ada yang tidak mungkin, selalu ada jalan untuk meraih mimpinya. Hingga pada akhirnya, impian Yuli terwujud. Pada tahun 2014 ia lolos tes menjadi wasit FIBA. Kini, Yuli telah meraih mimpinya.

Pada bulan Maret 2016, Yuli memutuskan menggunakan hijab. Keputusan yang ia ambil ini beralasan bahwa ia sadar akan kewajibannya sebagai serorang muslimah dan sejauh ini ia dihadapi oleh peristiwa-peristiwa yang luar biasa. Subhanallah.

Yuli Wulandari mendapat kabar di bulan Juni bahwa akan ada event di Malaysia pada September mendatang. Di samping itu, kabar mengecewakan sampai ke telinganya. FIBA melarang pemain hingga wasit untuk mengenakan jilbab.

Bukan hanya Yuli Wulandari yang merasa sedih dan kecewa akan peraturan ini. Tiga kawannya, Raisa Aribatul, Bilqis Abdul Qodir, dan Indiro Kaljo selaku pemain basket wanita Indonesia tingkat internasional yang juga berhijab ikut merasakan kesedihan akan keputusan itu.

Mereka betul-betul menyayangkan pelarangan tersebut. Yuli dan kawan-kawan tidak ingin kehilangan mimpinya hanya karena hijab. Ia pun tidak membiarkan kebijakan tersebut terjadi.

Yuli Wulandari akhirnya menulis sebuah petisi yang akan dikirim ke Mr. Horaico Muratore selaku presiden FIBA. Isi petisi tersebut bertuliskan permohonan kepada FIBA untuk menghapus larangan berhijab bagi wanita yang menggunakannya, serta membiarkan mereka untuk tetap berprestasi dan bermimpi tanpa mengganggu kewajibannya sebagai seorang muslimah.