Muslimahdaily - Aksi kepahlawanan seorang petugas security Muslim bernama Zouheir, berhasil menyelamatkan puluhan ribu orang pada hari Jumat(14/11/15) dengan mencegah pelaku bom bunuh diri untuk memasuki stadium Stade De France yang sedang dipadati oleh 80.000 orang.
Seorang pelaku bom bunuh diri yang mencoba memasuki stadium itu berhasil dihentikan Zouheir. Puluhan ribu penonton yang hadir di pertandingan persahabatan Perancis melawan Jerman itu mendengar suara dua ledakan keras di luar Stade de France sekitar 15 menit setelah pertandingan dimulai.
Zouheir mengatakan, ia mendapati jaket milik pelaku yang terdapat alat peledak di dalamnya saat memeriksanya di pintu masuk. Si pelaku yang mundur menjauhi Zouheir kemudian meledakkan jaketnya, seperti yang diceritakan oleh tim security di pintu gerbang stadium. Menurut petugas kepolisian, ada kemungkinan bahwa si pelaku bermaksud meledakkan bom itu di dalam stadium untuk menyulut kekacauan yang lebih mematikan.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan lagi ialah sang pelaku memiliki tiket masuk pertandingan dan juga ditemukan fakta bahwa salah seorang pelaku bom bunuh diri yang mengincar Paris itu ialah seorang pemuda Perancis yang pernah memiliki hubungan dengan gerakan Islam garis keras.
Dua petinggi kepolisian Prancis mengatakan bahwa pria tersebut ada di antara pelaku yang meledakkan dirinya setelah kerusuhan dan penyanderaan di salah satu panggung konser di Paris. Media Perancis mengatakan dia berasal dari Cour Couronne dekat Paris dan dikenal sebagai 'orang yang terdoktrin paham radikal'.