Pasutri Ini Bersepeda dari Malang ke Kairo

Hakam dan Istri Hakam dan Istri (Foto : Facebook @situsresminu )

Muslimahdaily - Masih ingat tentang rombongan jemaah haji asal Inggris yang mengayuh sepeda ke Mekkah. Ternyata, kisah serupa juga datang dari Indonesia. Sepasang suami istri muslim Tanah Air bernama Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiyah melakukan perjalanan dengan bersepeda tandem dari kota Malang, Jawa Timur hingga Kairo, Mesir.

Perjalanan tersebut dimulai pada tanggal 17 Desember 2016 dari Stadion Kanjuruhan, Malang. Keduanya dilepas langsung oleh Bupati Kota Malang, Rendra Kresna. Hingga pada tanggal 17 Oktober 2017, Hakam dan istri telah mencapai perbatasan Mesir-Jordania. Melalui akun Facebook-nya, Hakam mengunggah foto dirinya dan istri bersama dengan KBRI Kairo pada tanggal 29 Oktober 2017.

Perjalanan selama 304 hari ini diberi nama Holly Journey from Indonesia to Egypt, Faith and Peace. Menarik, karena rupanya ada visi dan misi di balik perjalanan mengagumkan mereka. Pasangan ini bersepeda sejauh itu sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi umat Muslim di mata dunia. Banyaknya konflik yang terjadi mengatasnamakan umat Muslim membuat Hakam ingin menyebarkan pesan damai. Mengenalkan pada dunia bahwa Islam itu adalah agama rahmatan lil ‘alamin.

Bagi Hakam, perjalanan ini adalah gabungan antara hobi berpetualang dan misi perdamaian. Hakam bertekad mengenalkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai. Sedangkan bagi Rofingatul, ini adalah bentuk pengabdian seorang istri terhadap suaminya.

Selama perjalanan, pasutri asal Malang ini mengunjungi tempat suci tiap agama di negara yang dilaluinya. Mereka mengawali perjalanan dengan berziarah ke makam Wali Songo di Indonesia, sebagai simbol peradaban Islam dan jejak-jejak penyebaran Islam di negeri ini. Mereka kemudian menuju Sumatera, menyeberangi lautan ke Kuala Lumpur, lalu dilanjutkan ke Myanmar.

Melalui video yang diunggah Hakam di akun YouTube nya, saat di Malaysia ia dan isteri disambut hangat oleh saudara muslim setempat. Pasangan ini bahkan sempat dikawal saat hendak berangkat menuju perjalanan berikutnya.

Kendala mulai dirasakan saat berada di Myanmar. Saat itu, mereka tidak diperbolehkan memasuki perbatasan Myanmar melalui jalur darat setelah melintasi Thailand. Hakam Mabruri menghubungi KBRI Bangkok dan mendapat penjelasann bahwa harus memiliki visa jika ingin masuk ke Myanmar melalui jalur darat. Dengan terpaksa mereka harus kembali ke Bangkok dan mengayuh sepeda sejauh 560 kilometer.

Di India, Hakam dan Rofingatul kemudian mengunjungi tempat-tempat suci umat Hindu. Dalam setiap perjalanannya, Hakam tak lupa berbagi momen-momen yang ia lalui bersama istri dan sambutan penduduk setempat ke YouTube dan Facebook-nya.

Pengalaman ini bergitu berharga. Berbekal Bahasa Inggris terbatas, mereka harus berusaha memaksimalkan gerak tubuh dan bahasa hati ketika menjumpai oran-orang yang sulit memahami Bahasa Inggris. Bertemu dengan berbagai masyarakat setempat dari berbagai wilayah dan negara membuat mereka begitu senang, apalagi penduduk setempat kerap memberi bantuan, makanan, higga tempat tinggal sementara untuk singgah.

Last modified on Jumat, 15 Desember 2017 12:04

Leave a Comment