Sejarah Hari Autisme Sedunia : Tingkatkan Kepedulian Terhadap Autisme

Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : raisingchildren.net.au )

Muslimahdiay - Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) adalah hari yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 April. Hari Peduli Autisme Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak autisme di seluruh dunia.

Autisme itu sendiri adalah suatu kondisi neurologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis kelamin, ras atau status sosial ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku repetitif.

Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Merawat dan memberikan edukasi pada anak-anak dan orang dengan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.

Peringatan hari kepedulian terhadap Autisme Sedunia sebelumnya ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 2007. Melalui Hari Peduli Autisme Sedunia, PBB menghimbau agar semua negara anggotanya untuk mengambil langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap autisme di kalangan masyarakat, yang dapat dilakukan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Peringatan ini disahkan Majelis Umum PBB pada 1 November 2007 dan ditetapkan pada 18 Desember 2007 mealui Resolusi Majelis Umum PBB 62/139. Resolusi ini diinisiasi melalui Sidang Majelis Umum PBB ke-62 oleh Perwakilan Negara Qatar dan didukung oleh seluruh Negara anggota PBB. Resolusi ini disahkan dan diadopsi terutama sebagai suplemen untuk inisiatif PBB sebelumnya untuk meningkatkan Hak Asasi Manusia (HAM).

Hari Autisme Dunia juga merupakan salah satu dari empat Hari Kesehatan resmi PBB. Hal ini membuat organisasi autisme di seluruh dunia bergerak secara bersama-sama untuk membantu dalam hal-hal seperti penelitian, diagnosis, pengobatan dan kepedulian bagi mereka dengan gangguan pervasif tersebut secara keseluruhan.

Dengan begitu diharapkan kepedulian di kalangan masyarakat terhadap autisme akan meningkat, seperti misalnya dengan melakukan diagnosis dini agar intervensi yang lebih cepat dapat dilakukan terhadap orang dengan autisme. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menyalurkan dan membanggakan bakat unik dan keterampilan para penyandang autisme dan hari ketika individu dengan autisme menjadi relasi sosial dalam acara komunitas di seluruh dunia.

Last modified on Selasa, 02 April 2019 13:42

Leave a Comment