Mahasiswa Farmasi UIN Jakarta Bagikan Hand Sanitizer Buatan Sendiri

Mahasiswa Fakultas Farmasi UIN Jakarta Mahasiswa Fakultas Farmasi UIN Jakarta ( Foto: Istimewa )

Muslimahdaily - Merebaknya COVID-19 nampaknya telah memberikan kesadaran pada para warga dunia untuk selalu menjaga kebersihan. Terutama kebersihan tangan. Saat ini mereka berbondong-bondong membeli hand sanitizer di swalayan, bahkan di beberapa daerah sudah langka karena permintaan yang tinggi akan barang tersebut.

Fenomena ini memunculkan ide kreatif para mahasiswa dan dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Jakarta untuk meracik hand sanitizer di laboratorium sendiri.

“Miris melihat masyarakat sulit mendapatkan hand sanitizer. Dari sanalah hati kami tergerak untuk berkontribusi, apalagi sebagai mahasiswa farmasi tentu ini adalah ranah lingkup kami,” ujar Azizah Nurul Amanah pada Muslimahdaily (19/3).

Awalnya Azizah telah mencoba untuk membuatnya sendiri, bersamaan dengan itu ternyata pihak Prodi Farmasi telah menyiapkan bahan baku dan keperluan lainnya untuk membuat hand sanitizer dan mengajak dosen serta mahasiswa untuk berkontribusi.

Formula yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer adalah dengan menggunakan rujukan dari WHO yang tentunya aman untuk digunakan.

“Untuk formulanya, kita menggunakan rujukan dari WHO, sejauh ini aman untuk digunakan karena hanya untuk penggunaan luar,” ujar Azizah.

Nama Shihah dipilih untuk merek hand sanitizer ini, diambil dari bahasa Arab yang berarti Fakultas Ilmu Kesehatan.

Rencananya hand sanitizer ini akan dibagikan untuk seluruh masyarakat civitas akademik UIN Jakarta dan juga masyarakat sekitar kampus.

“Untuk target botol tidak ditentukan, sebab secukupnya bahan baku saja,” kata mahasiswa Farmasi itu.

Proses pembuatan hand sanitizer Shihah ini sudah berjalan selama tiga hari dan memproduksi kurang lebih 1000 botol.

Azizah berharap produk ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ia juga berharap semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari berbagai penyakit dan marabahaya.

Menurut Azizah, mencuci tangan dengan air dan sabun pada dasarnya lebih efektif membunuh kuman dan bakteri. Hand sanitizer hanya sebagai kebutuhan saat di perjalanan dan untuk menyemprotkan ke tiang-tiang dan pegangan.

Last modified on Kamis, 19 Maret 2020 12:02

Leave a Comment