Akibat Kelangkaan APD, RSUD Moewardi Solo Produksi Sendiri dengan Harga Terjangkau

Ganjar Pranowo bersama APD produksi RSUD Moewardi Ganjar Pranowo bersama APD produksi RSUD Moewardi (foto: jatengprov.go.id)

Muslimahdaily - Persediaan Alat Pelindung Diri atau APD untuk penanganan pasien Virus Corona yang digunakan oleh tenaga kesehatan kini telah menipis di Jawa Tengah. Akibat kelangkaan ini, pihak RSUD Dr. Moewardi, Solo Jawa Tengah akhirnya berinisiatif untuk produksi sendiri.

Mengutip dari Detik News, Selasa (24/3) pihak RSUD Moewardi Solo memproduksi APD tersebut menggunakan bahan standar pabrikan yaitu Polypropylene Spundbound. Kapasitas produksinya disebut mencapai 200-250 APD per hari.

Atas inovasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan pujian pada pihak RSUD Moewardi.

“Alat ini menjadi alat yang sangat ramai dibicarakan, dicari sampai ada yang marah-marah. Dengan ini RSUD Moewardi dengan kreatif membuat sendiri, harganya juga jauh lebih murah,”ujar Ganjar di kantor Dinkes Jateng, Semarang, Senin (24/3).

Dengan terpecahkannya masalah kekurangan APD ini, maka saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker. Kalau persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

“Maka kepada rumah sakit- rumah sakit yang ada di Jawa Tengah anda boleh kontak ke Dinas Kesehatan Provinsi agar kita menyiapkan dengan baik,” ujarnya.

Ganjar juga meminta warganya untuk tida membebani pusat dengan cara ide kreatif.

“Kita di daerah membantu pusat jangan membebani pusat. Dengan cara apa? Kita mesti inovatif mesti kreatif dengan cara yang seperti ini,” lanjutnya.

Untuk harganya, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Moewardi, Bambang S.W mengatakan untuk pembuatan satu APD hanya menghabiskan uang kurang dari RP.50.000. Sementara kalau beli APD di pabrikan harganya sudah mencapai RP.150.000, dilansir dari Liputan 6, Selasa (24/3).

Leave a Comment