Tangis Anak yang Ditinggal Ayah dan Ibu Karena Corona

Eva saat menghadiri pemakaman sang ibu Eva saat menghadiri pemakaman sang ibu (foto: Instagram.com/evarahmisalama)

Muslimahdaily - Indonesia saat ini sudah mendapat ratusan lebih kasus pasien corona atau COVID-19. Bahkaan puluhan orang sudah meninggal, termasuk orangtua dari Eva Rahmi Salama yang keduanya positif corona dan meninggal dalam waktu yang berdekatan.

Kisah ini awalnya dibagikan langsung oleh Eva lewat akun Instagram @evarahmisalama pada tanggal 19 Maret lalu. Ia mengunggah foto prosesi pemakaman sang ibunda yang hanya dihadiri dirinya dan keluarga terdekat.

“Mama tersayang.. izinkan kami bertiga melepas kepergianmu. Ya, hanya kami bertiga, tanpa teman, sodara, tetangga ataupun rekan kerja.. Sedih yang teramat, sangat tidak bisa menghadirkan mereka disini untuk melepas kepergianmu.. tapi ini demi kebaikan mereka,” tulis Eva.

Dua hari setelah unggahan tersebut, Eva mengabarkan bahwa sang ayah telah meninggal dunia.

Pada hari Rabu (25/3) Eva akhirnya berkesempatan untuk menceritakan kronologis kejadian kepada Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Ia menceritakan bahwa virus tersebut tertular pertama dari sang adik yang sempat menghadiri acara dansa di kafe Kemang, tempat pertama kali virus corona ini menyebar.

Saat itu, sang adik masih tinggal bersama ibunya. Pada saat bersamaan sang ibu sedang dalam kondisi yang kurang sehat dikarenakan terkena tifus.

“Tetapi besoknya, mama bilang kok sesak nafas dan batuknya terus-terusan. Saya curiga, symptomps corona kok ada semua, makanya saya lapor ke dokter jaga minta tolong untuk di swab test. Setelah itu baru dibawa ke rumah sakit. Dari situ mama kondisinya turun terus. Masuk tanggal 14 Maret kemudian 19 Maretnya meninggal,” ujarnya.

Dokter mengatakan bahwa sang ibu sudah tidak bisa tertolong karena mengalami gagal organ.

Disisi lain, sang ayah sudah sejak lama ada penyakit paru-paru dan jantung dan dirawat di Rumah Sakit. Tetapi, untuk penularannya, Eva pun tidak mengetahui sumber pastinya.

Eva mengakui bahwa penanganan kasus papanya sangat telat, ia baru mengetahui hasil tes setelah tujuh hari dan kemudian dinyatakan positif pada Sabtu (21/3) siang, sorenya sang ayah sudah meninggal.

Setelah kejadian tersebut, Eva telah menjalani tes Swab di rumahnya oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Jakarta Selatan. Namun, sampai saat ini Eva belum menerima hasilnya.

“Semoga hasilnya negatif.. aamiin,” tulis Eva dalam unggahan foto dirinya saat sedang dilakukan tes Swab.

 

 

Leave a Comment