Rumah Sakit di India Pisahkan Pasien Muslim dan Hindu

Pekerja sedang emgnumpulkan sampah rumah sakit di Kolkata Pekerja sedang emgnumpulkan sampah rumah sakit di Kolkata ( Foto: AFP via Arab News )

Muslimahdaily - Sebuah rumah sakit milik pemerintah di Ahmedabad, bagian barat Gujarat dilaporkan mimisahkan pasien virus Covid-19 berdasarkan agama yang dianutnya.

“Kami umat Islam dipisahkan dari umat Hindu di rumah sakit,” kata Azad, salah satu pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Menurut penuturan Azad, ia ditempatkan di sebuah bangsal besar yang terdiri dari pasien beragama Islam. Sementara umat Hindu di tempatkan di bangsal lain secara terpisah.

Pemisahan bangsal di rumah sakit seperti ini tidak pernah terjadi di dunia sebelumnya. Umat Islam di sana tidak hanya ditempat di bangsal secara terpisah, namun juga didiksriminasi.

“Kami tidak memiliki dokter yang mengunjungi kami secara rutin,” katanya seperti dikutip dari laman Arab News, Jumat (17/4).

Azad juga menjelaskan bahwa umat Islam yang dinyatakan sebagai pasien positif virus Covid-19 tidak benar-benar mengetahui kondisi mereka. Mereka ditempatkan di rumah sakit tanpa bertanya apakah mereka benar-benar merasakan gejala virus tersebut atau tidak.

“Saya tidak pernah memiliki gejala, pada 7 April malam, mereka menjemput saya di daerah tempat tinggal saya di Ahmadabad bersama dengan orang lain dan menempatkan kami di rumah sakit,” kisahnya.

Azad menambahnya bahwa mereka diperlakukan dengan buruk, tidak diberi makan dengan baik, bahkan dipandang seperti binatang dan penyebar virus corona.

“Ada orang yang sudah dirawat selama dua minggu namun belum yakin apakah ia positif atau tidak,” kata Faizan, pasien yang berada di bangsal yang sama dengan Azad.

Sementara itu, pihak rumah sakit, Dr. Gunvant H Rathod mengatakan bahwa pernyataan diskriminasi tersebut tidak berdasar. Sebelumnya, pada hari Rabu (15/4) lalu, Kementrian Kesehatan Gurajat dalam surat pernyataanya membantah segala bentuk diskriminasi yang terjadi di rumah sakit. Kantor berita The Indian Express juga mengatakan bahwa pemisahan bangsal antara umat Islam dan Hindu dilakukan sesuai dengan keputusan pemerintah negara bagian.

Menurut pengacara dan aktivis setempat, apa yang terjadi di Gujarat bukanlah hal yang baru. Umat Islam di negara bagian ini dijadikan warga negara kelas dua. Selama dua dekade terkahir, terdapat upaya untuk memperdalam kesenjangan agama. Bahkan diskriminasiini telah terjadi di badan pemerintahan negara.

Leave a Comment