Pendemo Muslim Melaksakan Shalat di Tengah Unjuk Rasa #BlackLivesMatter

Pengunjuk rasa sedang melakukan shalat Pengunjuk rasa sedang melakukan shalat ( Foto: Instagram/shootwithhaz )

Muslimahdaily - Demontrasi yang terjadi di Amerika Serikat diakabarkan semakin meluas hampir ke seluruh wilayah di Amerika Serikat. Ribuan pengunjuk rasa menyerbu perimeter Barclays Center di New York, Amerika Serikat (AS) atas pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis.

Di beberapa tempat, aksi solidaritas ini berakhir ricuh. Walau demikian, aksi tersebut sebagian besar dilakukan dengan damai. Di beberapa tempat, para pengunjuk rasa melakukan sejumlah aksi yang menyentuh hati. 

Tidak hanya itu, bahkan @shootwithhaz juga mengabadikan momen ketika para pengunjuk rasa yang beragama Islam sedang melakukan shalat di Barclays Center di Brooklyn, New York. Sementara yang bukan beragama Islam, menghormati mereka yang sedang shalat ini dengan tetap diam.

Momen ini juga turut diabadikan oleh pengguna Twitter @_SJPeace_. Dalam video yang diunggahnya, terlihat sebagian pengunjuk rasa tengah melaksanakan ibadah shalat. Mereka dikelilingi oleh pendemo yang beragama non-muslim dengan maksud untuk melindungi. 

"Non-Muslim mengelilingi Muslim agar mereka dapat shalat dengan aman dari gangguan Polisi New York saat protes Black Lives Matter di Brooklyn, New York," tulis @_SJPeace_ dalam cuitannya tersebut.
 
 
 
Tak ada teriakan dalam video tersbeut. Mereka berusaha menghormati pelaksanaan shalat dengan tenang dan diam. Bahkan suara imam dapat terdengar dengan jelas.

Sebelumnya, Senin (1/6), George Floyd awalnya ditangkap atas tuduhan menggunakan uang kertas palsu oleh sekitar empat polisi. Dalam penangkapannya, diketahui bahwa Floyd mengalami tindak kekerasan oleh opnum berwajib. Sebuah video yang viral yang menunjukkan leher Floyd dijepit oleh polisi dengan lutut. Dalam video tersebut, nampak Floyd yang mana warga berkulit hitam itu meneriakkan beberapa kata terakhir termasuk ucapan; "Saya tak bisa bernapas". Hal ini memicu kemarahan publik Amerika.

Floyd dinyatakan telah meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Walaupun polisi yang terlibat dalam kasus ini telah dipecat bahkan polisi yang menjepit leher korban dengan lutut juga telah ditahan pada Jumat kemarin, namun hal ini tidak membuat warga Amerika menghentikan aksi demonstrasi mereka.

Ucapan terakhir Floyd "Saya tak bisa bernapas" menjadi jargon dalam demonstrasi ini. Dilansir dari CNN, Rabu (3/6), para pengunjuk rasa berjalan dari Foley Square ke kantor Wali Kota New York. Mereka meneriakkan slogan 'Black Lives Matter'. Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan bahwa polisi dan wali kota tidak melakukan pekerjaan mereka.

Walaupun demonstrasi ini terlihat ricuh di beberapa daerah, namun Gubernur Cuomo menyatakan sebagian besar aksi protes di New York berlangsung damai. Ia juga meminta para demonstran menjaga kedamaian dan melakukan langkah pencegahan di tengah pandemi virus Corona.

Last modified on Jumat, 05 Jun 2020 12:09

Leave a Comment