Ini Kata Ahli Soal Dentuman yang Terdengar di Jakarta

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dentuman misterius kembali terdengar di wilayah Jakarta. Kejadian yang sempat menggegerkan ini terjadi dua kali yakni, Minggu (20/9) selepas isya dan Senin (21/9) usai subuh.

Menurut salah satu saksi, Fadjar Susanto, dentuman tersebut terjadi dua kali di pagi hari ini yakni, jam 05.28 dan 05.32 WIB.

Sementara menurut saksi lain, Dicky Alamsyah yang tinggal di Warung Jati, Jakarta Selatan, suara tersebut berebeda dengan suara petir pada umumnya.

“Iya dengar jelas banget. Dentumannya kayak bukan petir, seram,” katanya seperti dilansir dari Kumparan, Senin (21/9).

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dna Tsunami BMKG, Daryono, suara dentuman tersebut bisa jadi disebabkan oleh gempa dengan kedalaman yang dangkal.

Daryono menambahkan bahwa pihak BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismic di Jakarta dan sekitarnya pada saat terjadi dentuman di malam hari itu.

"Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu masih melansir lama yang sama, menurut Dosen Meteorologi STMKG, BMKG, Deni Septiadi belum ada sumber suara yang hoheren yang dapat menjawab asal fenomena dentuman yang setidaknya sudah terjadi 4 kali di pulau Jawa ini.

Deni yang juga seorang peneliti Petir dan Atmosfer ini mengatakan bahwa wilayah Jakarta tadi malam memang sedang tertutup banyak awan-awan konventif akibat fenomena Mesoscale Convective Systems (MCS) yang terbentuk di Selat Karimata sebelah Timur Laut Belitung.

Fenomena tersebut membawa serta awan-awan Comulonumbus ke arah Jakarta. Awan tersebut dipastikan berpotensi menimbulkan petir.

"Suara gemuruh petir memang dapat membangkitkan getaran bahkan dapat terukur di Sesimograf sebagai getaran gempa dengan magnitud hingga 3.0 SR," kata Deni.

Deni yakin bahwa sumber suara tersebut berasal dari suara non alami. Ia juga mengharapkan pihak berwenang dapat mencari tahu penyebab suara dentuman tersebut.

Last modified on Senin, 21 September 2020 13:39

Leave a Comment