Arab Saudi Kembali Membuka Penyelenggaraan Umrah dengan Kenaikan Biaya

kabah kabah (foto: tempo.co)

Muslimahdaily - Selama pandemi, banyak pelaksanaan kegiatan yang harus ditunda terlebih dulu salah satunya adalah ibadah umrah. Pihak Arab Saudi menangguhkan penyelenggaraan umrah pada Februari lalu.

Namun, saat Pemerintah Saudi mulai membuka kembali umrah secara bertahap, dikabarkan kemungkinan biaya akan mengalami kenaikan.

Mengingat ada beberapa komponen tambahan yang perlu dilalui diantaranya biaya pajak naik menjadi 15 persen, tes swab, tiket penerbangan, akomodasi hotel, serta perlunya ruang isolasi.

"Biaya referensi umrah sebesar Rp 20 juta ke depannya sudah tidak relevan lagi mengingat adanya penambahan komponen," kata Nizar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, dikutip dari Republika, Senin (12/10).

Begitupula kata Arfi Hatim Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin (12/10).

Meskipun begitu, Arfi tidak menyebutkan nominal biaya tersebut. Ia hanya menginformasikan tentang kenaikan biaya umrah saja. Hal tersebut dikarenakan adanya pajak dari Arab Saudi tentang kebijakan penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kementrian Agama (Kemenag) dan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) menyepakati untuk memprioritaskan keberangkatan jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya sejak Februari 2020 lalu.

Prioritas ini diberlakukan ketika pihak Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah.

Sejak 4 Oktober, Arab Saudi sudah membuka umrah sebanyak 30% dari kapasitas normal Masjidil Haram. Dikutip dari Ihram, sebanyak 6.000 jamaah umrah per hari ini sudah dibagi menjadi 3 periode, dengan perkiraan 1.000 jamaah per periode. Rencananya, pada tanggal 18 Oktober Arab Saudi akan meningkatkan jumlah jemaah umrah sebanyak 75% kapasitas Masjidil Haram.

 

Leave a Comment