Untuk Pertama Kalinya, Perwakilan PBB Palestina Kehabisan Uang

Karyawan Palestina di UNRWA mengambil bagian dalam protes terhadap pemotongan gaji yang direncanakan, di luar markas badan tersebut di Kota Gaza [Mohammed Salem / Reuters] Karyawan Palestina di UNRWA mengambil bagian dalam protes terhadap pemotongan gaji yang direncanakan, di luar markas badan tersebut di Kota Gaza [Mohammed Salem / Reuters] (foto:aljazeera.com)

Muslimahdaily - The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka kehabisan uang hingga akhir tahun ini. Mereka sangat bergantung pada dana dari negara-negara anggota PBB dan Uni Eropa, namun dana tersebut juga kurang.

Melansir dari Aljazeera (26/11), UNRWA didirikan untuk membantu 700.000 warga Palestina yang menjadi korban perang di sekitar batasan wilayah Israel pada tahun 1948. UNRWA memberikan pendidikan, perawatan kesehatan, makanan dan bantuan lainnya kepada sekitar 5,5 juta pengungsi seperti keturunan mereka di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang terkepung, serta Yordania, Suriah dan Lebanon.

Philip Lazzarini, komisaris jenderal UNRWA, mengatakan pada konferensi pers di Gaza pada hari Kamis (26/11) bahwa badan tersebut berada di "tepi jurang".

“Tapi saya masih yakin kita bisa menghindari kejatuhan itu. Kita tidak akan terjerembab jika sekarang adanya solidaritas masyarakat Internasional,” tambahnya.

Agensi tersebut mengatakan bahwa awal bulan ini mereka perlu mengumpulkan $70 juta pada akhir November. Jika tidak, maka mereka tidak akan mampu membayar gaji ribuan karyawan hingga akhir tahun. Bahkan, UNRWA telah memberi tahu seluruh tenaga kerjanya yang terdiri dari 28.000 orang bahwa mereka akan dipaksa untuk menangguhkan gaji mereka selama sisa tahun ini.

Sebagian besar pekerja yang terkena dampak adalah pengungsi itu sendiri. Keuangan badan tersebut juga telah dirusak oleh keputusan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mana memangkas bantuan ratusan juta dolar, serta krisis kepercayaan setelah komisaris jenderal sebelumnya dituduh menyalahgunakan otoritasnya.

Leave a Comment