Fenomena Long Covid, Gejala yang Sering Dialami Pasien Sembuh Covid

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Baru-baru ini masyarakat ramai membicarakan long covid yang disebut-sebut sebagai gejala jangka panjang yang dialami oleh pasien sembuh COVID-19.

Long covid dapat diartikan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami gejala COVID-19 lebih lama daripada biasanya. Gejala ini termasuk sesak napas, kelelahan, sakit kepala, hilangnya kemampuan untuk mengecap dan membaui, hingga mual dan muntah.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers (9/3) lalu sempat menjelaskan fenomena long covid.

“Secara umum penderita COVID-19 akan sembuh dalam waktu 2 sampai dengan 6 minggu. Akan tetapi untuk beberapa orang, beberapa gejala akan dirasakan setelah beberapa minggu dinyatakan pulih. Inilah yang disebut sebagai long Covid," ujarnya.

Melansir dari laman Medical News Today, sebuah studi pada tahun 2021 menemukan bahwa lebih dari 75% pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Wuhan masih mengalami gejala setelah 6 bulan keluar dari rumah sakit.

Studi di Italia pada 2020 juga menemukan bahwa lebih dari 87% pasien COVID-19 masih mengalami setidaknya 1 gejala setelah 2 bulan keluar dari rumah sakit.

Lebih lanjut, seseorang yang mengalami lebih dari 5 gejala saat minggu pertama tertular COVID-19 akan lebih mungkin mengalami long covid. Begitu juga dengan tenaga kesehatan. 

Tak hanya pada pasien covid dengan gejala ringan, long covid juga dapat dialami oleh pasien yang bergejala ringan, pasien berusia muda, atau bahkan yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Namun demikian, Wiku menggaris bawahi bahwa mereka yang menderita long covid tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus COVID-19 pada orang sekitar.

Wiku juga berharap dengan adanya fenomena long covid ini, masyarakat jadi lebih waspada dan tak lagi menyelepelekan wabah ini.

“Dengan adanya hasil penelitian ini saya juga sangat berharap beberapa bagian dari masyarakat yang bersikap acuh pada COVID-19 bahkan tidak percaya dapat menimbang kembali caranya beraktivitas," pungkas Wiku.

Leave a Comment