Seni Cadas Kuno di Hima Terdaftar Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO Ke-6 di Arab Saudi

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Prasasti batu kuno di Hima, barat daya Arab Saudi pada hari Sabtu (24/7) menjadi lokasi ke-6 di Kerajaan yang dimasukkan dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Dilansir Arabnews.com, Menteri Kebudayaan Saudi Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan mengatakan Arab Saudi memiliki warisan yang kaya akan peradaban manusia. Warisan tersebut telah membuahkan hasil dalam membuatnya dikenal oleh negara-negara di dunia.

Hima, di wilayah barat Najran, pernah menjadi rute utama bagi musafir, pedagang, tentara, dan jemaah haji yang melakukan perjalan dari bagian selatan Arabia dan Mesopotamia, Levant dan Mesir. 

Para musafir meninggalkan koleksi seni cadas yang menggambarkan perburuan, satwa liar, tanaman, simbol dan peralatan, dan ribuan prasasti dalam aksara kuno seperti Musnad, Thamudic, Nabataean, dan bahasa Arab awal.

Di daerah itu terdapat sumur-sumur yang pernah menjadi sumber air segar yang vital dan berusia lebih dari 3.000 tahun. Hingga kini sumur-sumur itu masih menghasilkan air tawar. 

“Kami sangat senang memiliki situs kuno yang luar biasa ini yang diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Kawasan ini memiliki nilai universal yang luar biasa, memberi kita banyak pelajaran tentang evolusi budaya dan kehidupan manusia di zaman kuno,” kata Kepala Eksekutif Komisi Warisan, Dr. Jasir Al-Herbish.

“Kami bekerja untuk melestarikan daerah dan melakukan penelitian untuk lebih memahami prasasti batu, dan berharap dapat menyambut lebih banyak pengunjung lokal dan internasional untuk datang dan melihat situs budaya bersejarah ini sendiri,” lanjutnya.

Pelestarian dan perlindungan warisan budaya dan alam Kerajaan Saudi ini merupakan bagian penting dari Visi Kerajaan Arab Saudi 2030.

Kerajaan telah mengambil langkah-langkah serius untuk melindungi warisan nasional dan internasional. 

Diawasi oleh Komisi Warisan, serangkaian penemuan baru telah memperkuat reputasi Saudi sebagai tujuan utama bagi para arkeolog, sejarawan, dan ilmuwan yang ingin memahami sejarah manusia di seluruh wilayah.

Tahun lalu, Komisi Warisan mengumumkan salah satu penemuan di Tabuk, yaitu temuan jejak kaki manusia dan hewan purba yang berusia lebih dari 120 ribu tahun. 

Temuan itu sebagai tanda bukti adanya kehidupan manusia pertama di Semenanjung Arab.