Kisah Remaja Di-Bully karena Tanda Lahir di Wajah Ini Viral

Potret Ika Masriana Potret Ika Masriana ( Foto : instagram/@ikamasriana )

Muslimahdaily - Siapa sangka, video yang diunggah oleh Ika Masriana di TikTok tentang keunikan paras di wajahnya berupa tanda lahir mendadak menjadi pusat perhatian warganet.

Remaja berusia 18 tahun asal Desa Babana, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat itu mulanya sempat mendapatkan perundungan dari teman-temannya, loh. Bahkan, mereka menyebut wajah Ika mirip seperti hewan.

“Iya aku pernah di-bully, teman sekelas pernah bilang aku mirip monyet, orang utan lah,” ucap Ika dikutip dari detik.com.

Ika hanya bisa terdiam saat mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan itu. Ia pun bertanya kepada orangtuanya tentang kondisi yang dialami.

“Aku pernah nanya ke orangtua. Mereka menjawab syukuri aja,” katanya.

Kini, remaja yang sudah mulai membuat konten di TikTok pada tahun 2018 itu mengaku sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Ia menuturkan, sudah terbiasa dengan keunikan yang ada di wajahnya.

Hal itu dibuktikan sendiri olehnya, ia semakin eksis membuat video cover TikTok dan berfoto OOTD seperti di akun media sosial Instagram miliknya @ikamasriana.

Alih-alih ingin menghilangkan tanda lahir di wajahnya, ia lebih memilih bersyukur kepada sang Maha Kuasa.

“Aku nggak mau menghilangkannya. Karena aku sudah mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah. Kalau dulu bapak pernah berpikir menghilangkannya sih. Tapi, akhirnya kakek aku menghalanginya karena lebih baik disyukuri saja,” ungkap Ika.

Tanpa ada lagi rasa takut yang mengganggu, kini Ika merasa lebih percaya diri ketika selesai membuat video di TikTok. Dukungan dari warganet membuat dirinya merasa senang sekaligus bisa berbagi inspirasi.

“Iya aku senang karena bisa memberikan inspirasi bagi orang-orang. Warganet banyak mengucapkan terima kasih kepada aku,” tuturnya.

Hanya saja, ia juga merasa minder alias kurang percaya diri ketika ada sosok lawan jenis yang mendekatinya.

“Aku pernah minder, terus laki-laki itu menyakinkan aku bahwa kita sesama manusia itu sama,” pungkas Ika.