Bantuan Kemenag untuk Pesantren Terbentur Ketersediaan Anggaran

Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : Kemenag )

Muslimahdaily - Pesantren di wilayah perbatasan negara berjumlah sekitar 520, tetapi tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) hanya bisa memberikan bantuan untuk 33 pesantren perbatasan.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Waryono Abdul Ghofur mengatakan Kemenag hal itu terjadi karena adanya keterbatasan anggaran. Dia berpendapat, proses pemberian bantuan tersebut juga dilakukan proses seleksi.

“Diantaranya karena memang ketersediaan anggaran. Kedua, kita juga seleksi karena dari sekian ratus pesantren perbatasan kondisinya berbeda-beda,” kata Waryono dikutip dari Republika.co.id Rabu (13/10/2021).

Meskipun begitu, menurut dia, Kemenag tetap berupaya untuk membantu ratusan pesantren di wilayah perbatasan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak kementerian/lembaga lain untuk membantu memberikan fasilitas, misalnya terkait jaringan internet maupun listrik.

“Kami komunikasi juga dengan Kominfo, PLN agar mereka (ratusan pesantren di perbatasan) terlayani,” ujarnya.

Selain itu ia juga berharap 520 pesantren di wilayah perbatasan tersebut bisa terlayani semua hingga 2024. Namun, saat ini Kemenag sedang terkena refocusing anggaran.

“Jadi harapannya mudahan-mudahan tidak ada refocusing. Kedua, mudah-mudahan ada tambahan anggaran di tengah perjalanan sehingga kemudian banyak pesantren yang terfasilitasi sarana dan prasarananya,” ucapnya.

Persoalan Kemenag yang tidak memiliki anggaran yang cukup untuk memberikan bantuan kepada 520 pesantren di perbatasan juga diakui oleh Kasubdit Pendidikan Pesantren Kementerian Agama Basnang Said.

“Jumlah pesantren di perbatasan itu kurang lebih 520 pesantren, tapi kemampuan keuangan Kemenag lewat Ditjen Pendidikan Islam itu baru bisa menyasar 33 pesantren. Tapi kedepannya kita berharap tentu kuota nya bisa bertambah lagi,” ujar Basnang.

Pesantren-pesantren yang lolos seleksi tersebut akan menerima bantuan dana sebesar Rp 75 juta. Diperkirakan dana tersebut akan cair paling telat pada November mendatang. Sedangkan pesantren yang belum mendapatkan bantuan, menurut Basnang, masih bisa mendapat program bantuan lainnya.

“Bila kemudian tidak mendapatkan bantuan ini, masih ada bantuan-bantuan lainnya yang bisa mereka dapatkan. Misalnya, BOP atau kemudian ada anggaran rehab asrama,”imbuhnya.

Walaupun bantuan tersebut hanya diberikan kepada 33 pesantren, tetapi pemerintah akan tetap memberikan perhatian penuh kepada pembangunan pesantren di wilayah perbatasan. Namun, dalam melakukan perencanaan program, pemerintah selalu memiliki prioritas.

“Karena, pesantren inilah sebenarnya yang menjadi corong Indonesia untuk menyampaikan kepada publik bahwa kita harus komitmen NKRI, komitmen kebangsaan, dan tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme itu,” katanya.

Berangkat dari persoalan ini, Kemenag akan mengusulkan agar anggaran bantuan untuk pesantren di perbatasan ditingkatkan lagi menjadi 100 pesantren untuk tahun depan.

“Di pagu indikatif kita tahun 2022 itu kita mengusulkan 100 pesantren sesuai dengan kemampuan anggaran kita,” ungkap Basnang.