Tania Fernandes Anderson, Muslim dan Imigran Afrika Pertama di Dewan Kota Boston

Tania Fernandes Anderson Tania Fernandes Anderson ( Foto : Republika.co.id )

Muslimahdaily - Tania Fernandes Anderson menjadi anggota dewan kota Muslim-Amerika pertama di Boston. Hasil jajak pendapat tidak resmi mencatat, perolehannya mengalahkan kandidat abadi Roy Owens dengan 73 persen suara berbanding 27 persen.

Januari mendatang dia akan duduk menggantikan Wali Kota Kim Janey, mewakili Roxbury, Dorchester dan bagian dari South End.

"Saya rasa kami belum sepenuhnya menang, tetapi kami telah membuat pencapaian besar," ungkap Anderson kepada sekitar 25 pendukung dan sukarelawan di kantornya di Nubian Square, Selasa malam, dilansir dari laman GBH News pada Kamis (4/11).

"Kita akan menang bersama jika kita bermitra, jika saya menyertakan orang-orang, jika saya responsif, jika saya efektif, jika kita dapat terus berupaya menghancurkan pemisahan antara Roxbury dan South End, jika kita dapat mulai benar-benar tulus tentang pekerjaan dan mengutamakan masyarakat. Saat itulah saya akan mulai merasa sangat baik," lanjutnya.

Anderson adalah muslim Sunni yang lahir di Cape Verde dan merupakan imigran Afrika pertama yang menjadi anggota Dewan Kota Boston.

"Saya tidak tahu apakah saya yang benar, hanya Tuhan yang tahu. Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukannya dengan baik, hanya Tuhan yang tahu hal semacam itu. Anda hanya ingin, dan Anda pikir Anda bisa. Kemudian Anda mencoba, dan yang bisa Anda katakan hanyalah, 'atas nama Tuhan.' Dan kemudian Anda terjun begitu saja. Dan itulah yang saya lakukan," kata Anderson.

Anderson mengaku menjalankan salat lima rukun Islam, seperti salat, puasa selama liburan dan memberi kepada masyarakat.

Dia mengungkapkan, ingin melihat kota mengakui hari libur Muslim, seperti Idul Fitri dan berjanji akan bekerja untuk membuat komunitas Muslim Boston merasa disertakan.

Namun, saat ditanya soal pentingnya menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota dewan, dia menolak. Anderson minta untuk dilihat lebih dari sekedar identitas agamanya.

"Kami selalu mengatakan ummah, yang berarti 'komunitas'. Itu tidak berarti mengecualikan non-Muslim," ujat Anderson.

“Sebagai Muslim, orang Cape Verdean, seseorang yang tidak memiliki dokumen, seorang imigran Afrika dan sekarang Afrika-Amerika, saya pikir semua itulah yang membuat saya menjadi wanita kulit hitam yang sangat dinamis,” lanjutnya.

Sedangkan, pendukungnya bernama Afnan Nehela yang bekerja untuk Senator negara bagian Jamie Eldridge mengatakan bahwa pemilihan Anderson penting bagi Muslim di Boston. Terutama wanita seperti Nehela yang mengenakan hijab.

"Melihat Tania tanpa ampun mengayunkan jilbabnya sebagai kandidat Muslim Kulit Hitam di kota yang sangat beragam, tetapi juga memiliki laporan tentang insiden Islamofobia yang sangat bermasalah, sangat mengejutkan dan menyegarkan," jelas Nehela.

Sebelumnya, ada beberapa Muslim yang terpilih memegang jabatan di Massachusetts, seperti Nadeem Mazen (Dewan kota Cambridge 2013) dia menjadi yang pertama.

Kemudian ada umbul Siddiqui di Cambridge sebagai walikota Muslim pertama di negara bagian tersebut pada 2019.

Lalu Mehreen Bhutt yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan kota di Wakefield.