Mengenal Al 'Ula: Kota 'Berhantu' yang Dihindari Nabi Muhammad

Kota Al-ula Kota Al-ula ( Foto : Wikipedia.org )

Muslimahdaily - Kota bersejarah Al Ula menjadi sorotan publik setelah pemerintah Arab Saudi memutuskan akan membangun kota tersebut. Pembangunan ini memiliki anggaran sebesar US$ 15 miliar atau setara Rp214 triliun. Rencananya, pembangunan akan berlangsung hingga 2035 mendatang.

Hal ini tentu menjadi perbincangan di sosial media. Pasalnya, berdasarkan riwayat, Nabi Muhammad pernah menghindari wilayah ini di masa lalu. Di tengah masyarakat Saudi, wilayah yang terletak 1.100 km dari ibukota Riyadh ini dianggap menjadi tempat di mana para jin jahat bersemayam.

Al -ʿUla juga dikenal sebagai Al Ola (Bahasa Arab العلا al-ʿulā; juga Dedan) adalah sebuah kota sekitar 110 km sebelah barat daya dari Tayma (380 km sebelah utara dari Madinah) di Arab Saudi bagian utara-barat. Al-Ula secara historis terletak di Rute Dupa. Ini adalah ibu kota kuno Lihyanites (Dedanites). Terkenal karena sisa-sisa arkeologi, berusia lebih dari 2000 tahun.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila mengatakan, wilayah itu dikatakan ‘berhantu.’ Bahkan, ia menuturkan Nabi Muhammad enggan berkunjung ke tempat tersebut.

“Di kawasan Al Ula dan Mada’in Saleh, kawasan yang dalam sejarahnya orang Arab sendiri jarang (pergi) ke sana. Ada kisah ketika Nabi Muhammad lewat situ. Beliau tidak mau minum dari daerah itu, bergegas untuk segera meninggalkan daerah tersebut, tanpa menoleh kanan-kiri,” ucap Fahmi saat diwawancara CNN Indonesia.com, Rabu (12/1).

“Bahkan ada yang menyebut itu kota hantu, karena tidak ada penghuni, dan juga Nabi Muhammad dikisahkan tidak mau singgah, tidak mau minum,” paparnya lagi.

Al Ula sendiri memiliki situs warisan budaya kuno. Salah satunya adalah Hegra, situs warisan Dunia UNESCO pertama di Saudi. Hegra merupakan kota kuno yang memiliki hampir 100 makam dengan fasad rumit yang dipotong menjadi batu pasir. Meski begitu, Al Ula memiliki sejarah kurang baik.
Profesor di Departemen Arkeologi Universitas Raja Saud, Ahmad Mohammed Al-Aboudi menjelaskan, kaum pertama yang menempati Al Ula adalah Tsamud. Kisah kaum Tsamud tentang kekuatan hingga ukiran rumah bangsa mereka di pegunungan kerap disebutkan dalam Al-Qur’an.

Menurut laman Republika.co.id, dikutip dari Encyclopedia Britannica, kaum Tsamud atau Nabatea ini merupakan masyarakat Arab kuno. Masyarakat ini terkenal antara abad keempat sebelum Masehi hingga paruh pertama abad ketujuh Masehi.

Al-Qur'an menyebut kaum Tsamud sebagai contoh masyarakat yang diberkati kekuatan. Nabi Saleh kemudian mengingatkan mereka untuk beribadah kepada Allah. Namun, kaum Tsamud keras kepala dan menolak seruan tersebut. Akibatnya, mereka dihancurkan oleh Allah dengan gempa bumi dan kilat yang dahsyat. Namun, ada juga analisis bahwa kaum Tsamud dihancurkan oleh letusan gunung berapi.

Nabi Saleh AS dikirim kepada kaum Tsamud seperti yang Alquran sampaikan, "Ketika saudara mereka, Saleh, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada mu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." Surah asy-Syu'ara (26) ayat 142-144.

Kisah tentang Nabi Saleh dan kaum Tsamud juga dijelaskan dalam surah al-A'raf ayat 73-77.