6 Anak di Cianjur Meninggal Akibat Terinfeksi HIV/AIDS

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendata bahwa angka kematian akibat HIV/AIDS pada 2021 hingga 2022 mencapai 93 orang. Kemudian, 6 di antara korbannya adalah anak-anak.

Melansir dari laman Detik.com, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya mengatakan, "Selama 2021 hingga 2022 total ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS) ada 93 orang yang meninggal," pada Senin (29/08/2022).

Anak-anak yang menjadi korban meninggal usai terpapar HIV/AIDS di antaranya berusia 1-14 tahun. Juga ada 2 remaja yang menjadi korban meninggal akibat HIV/AIDS berusia 15-19 tahun.

"Kematian paling banyak ODHA berusia 25-45 tahun pada angka 45 kasus. Tetapi, kasus anak-anak yang meninggal akibat HIV/AIDS perlu menjadi sorotan bersama," jelas Frida. Frida menjelaskan bahwa kasus HIV/AIDS yang terjadi kepada anak-anak biasanya tertular dari orang tuanya yang terinfeksi HIV/AIDS.

"Kasus meninggalnya anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS disebabkan oleh orang tua. Penyebab yang diduga adalah suami yang suka bergonta-ganti pasangan saat seks, dapat memaparkan virus HIV kepada istrinya. Istri yang tengah mengandung sehingga pada saat anaknya lahir dan bertumbuh besar kemungkinan telah tertular. Akibatnya anak menjadi korban dari perbuatan orang tuanya terlahir mengidap virus HIV/AIDS," ujarnya.

Frida juga menambahkan agar para orang tua dapat memikirkan lebih dahulu saat hendak melakukan perbuatannya. Jangan melakukan seks bebas karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya khususnya dapat terjangkit virus HIV/AIDS. Kemudian, sebelum berencana untuk memiliki anak, para orang tua mesti memeriksakan diri untuk melakukan tes HIV/AIDS. Segera cek kesehatan untuk mendeteksi dini kasus HIV/AIDS agar meminimalisir kasus penularan HIV/AIDS pada keluarga.

Last modified on Sabtu, 03 September 2022 12:32

Leave a Comment