‘Bjorka’ Bocorkan Dokumen Rahasia Negara, Pahlawan Atau Cyber Crime?

Hacker Bjorka disinyalir membocorkan sejumlah data Kominfo Hacker Bjorka disinyalir membocorkan sejumlah data Kominfo ( Foto : Detik.com )

Muslimahdaily - Akun anonim dengan nama Bjorka membuat heboh warga internet. Namanya menjadi trending topic di twitter sepanjang weekend kemarin (11/09/22). Pasalnya, ia mengklaim mengungkapkan pelaku pembunuhan Kasus Munir pada 2004 silam yang sampai saat ini belum ditemukan tersangkanya hingga Bjorka ini datang membawa kabar lewat grup telegramnya beserta link dengan caption “yea i know u guys have been waiting for this. so who killed this good man?”

Pada hari sabtu kemarin, ‘Bjorka’ juga sempat membagikan data pribadi Menteri KOMINFO, Johnny G. Plate dengan memberikan detail alamat, Nomor Indek Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, agama, golongan darah, pendidikan hingga nama orang tua dan istri. Ia juga sempat memberikan selamat ulang tahun kepada Menkominfo yang kebetulan berulang tahun di hari yang sama dengan kebocoran data pribadinya. “Happy birthday johnny johny yes papa,” tulisnya di akun telegram Bjorkanism.

Sebelumnya, Bjorka pernah meretas data 1,3 juta SIM Card dan membobol data rahasia Presiden Joko Widodo dan Badan Intelijen Nasional (BIN). Hari minggu kemarin, Ia mengatakan akan membocorkan database mypertamina secepatnya untuk mendukung perjuangan rakyat Indonesia yang demo kenaikan harga BBM.

Banyak pengguna internet yang pro-kontra atas peristiwa hacker yang masih misterius ini. Sebuah akun twitter dengan nama pengguna @opposite090I92 mengatakan, “Bjorka adalah pahlawan baru bagi rakyat Indonesia yg ingin merdeka dari ketertindasan pemerintahnya sendiri. Yg setuju acungkan jempolnya” postingan itu berhasil naik dan terjadi perdebatan di kolom komentar. Beberapa dari mereka tidak setuju ‘Bjorka’ adalah pahlawan karena yang ia lakukan masuk ke dalam kasus Cyber Crime yang membahayakan keamanan nasional dengan membocorkan data-data pribadi. Beberapa pengguna juga menuangkan pendapatnya bahwa yang bersalah adalah pemerintah yang masih bobrok atas keamanan data pribadi di internet.

Di Indonesia sendiri Cyber Crime merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia karena sistem keamanan yang lemah. Sudah banyak sekali kasus hacking di Indonesia yang menggemparkan. Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat telah terjadi 88 juta serangan siber di Indonesia dalam waktu empat bulan (1 Januari – 12 April 2020).

‘Bjorka’ juga sempat menyindir Denny Siregar, produser film sayap-sayap patah itu dengan caption, “how does it feel to live using tax money from Indonesian people but instead you use the internet to polarize people? ”

Bagaimana menurut kalian?

Leave a Comment