Nitizen Geram, Selebgram Awkarin Terancam Dipolisikan

Ilustrasi Ilustrasi (Foto : Change.org)

Muslimahdaily - Selebgram Karin Novilda lagi-lagi membuat kontroversi. Bukan karena mengunggah video berisikan curhatan, kini wanita yang kerap disebut Awkarin itu dianggap telah melecehkan lagu Indonesia Raya. Karena hal ini, ia dilaporkan ke Presiden RI, Joko Widodo.

Sebuah akun twitter melaporkan aksi Karin tersebut dengan membalas tweet Presiden Joko Widodo saat berkeunjung ke Kebun Raya Samosir dan Parparean, Porsea. Tak tanggung-tanggung, dalam tweet tersebut, pemilik akun @Ramadha83257410 juga menautkan link petisi daring untuk Awkarin.

"@jokowi klakuan generasi penerus macam apa ini pak.Tolong bapak tegas,jangan dijadikan duta. https://www.change.org/p/menghukum-awkarin-atas-pelecehan-lagu-kebangsaan …"

Walaupun video tersebut telah dihapus, beberapa netizen yang melihat tindakan Awkarin tersebut merasa marah. Bahkan sebuah pihak melancarkan petisi yang berjudul, “Menghukum Awkarin Atas Pelecehan Lagu Kebangsaan” yang akan ditunjukkan kepada beberapa pihak. Diantaranya, Kementrian Hukum dan HAM RI, POLRI, Sekretariat Negara, dan Presiden RI, Joko Widodo.

"Saya mewakili seluruh rakyat Indonesia. Melaporkan atas pelanggaran yang sangat berat yang telah dilakukan karin novilda atau yang biasa dikenal aw karin. Atas pelanggaran Pelecehan Lagu Kebangsaan (http://ask.fm/awkarin/answers/135704209788 Selain itu juga banyak kejahatan yang dia lakukan seperti menipu berbagai Online Shop ( bisa di cek instagram @korbanawkarin) menghina agama (bisa di cek di @ewkarinnn.masihada) di instagram dan banyak lagi. Saya harap kita bisa bersatu bersama untuk petisi ini. Terima kasih,” tulis akun pembuat petisi Awkarin.

Hingga kini, petisi tersebut telah ditandatangani sebanyak 24.000 orang sebelum akhirnya mencapai 25.000 untuk dilayangkang ke pihak tertuju.

Awkarin adalah selebgram yang beberapa bulan ini tengah naik daun lantaran memposting sebuah video kontroversi berisikan curhatan dirinya yang putus dari sang mantan.

Last modified on Selasa, 30 Agustus 2016 13:36