Demi Berbakti, Anak Ini Rela Gendong Ibu saat Tawaf

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Dikisahkan, Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu yang menjabat sebagai Khalifah sedang berada di Baitul Haram ditemani oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu dan sahabat lainnya.

Umar tak sengaja melihat seorang laki-laki yang merupakan penduduk Yaman tengah menggendong ibunya. Ibunya terlihat sudah tua, buta, dan tidak bisa berjalan lagi. Sang lelaki tersebut menggendongnya sambil mengelilingi Ka’bah untuk melakukan tawaf dan mengucapkan talbiah. Melihat hal tersebut, Khalifah Umar serta para sahabat terheran-heran.

Anak lelaki ini kemudian berkata, “Aku tidak peduli jika ia menjadikanku sebagai binatang tunggangannya. Karena yang sedang aku lakukan adalah sebuah upaya untuk membalas sebagian utangku kepadanya sepanjang hidupku.”

Setelah itu ia kembali melantunkan ucapan talbiah, “Labbaikallahumma Labbaik.”

Khalifah Umar yang menyaksikan perbuatan tersebut secara langsung kemudian mengajak para sahabat untuk melakukan tawaf.

“Marilah kita ikut melakukan tawaf. Sekarang ini adalah waktu turunnya rahmat dan ampunan dari Allah. Mudah-mudahan dengan keberkahan bakti laki-laki ini kepada ibunya yang sudah tua, kita juga mendapat rahmat dan ampunan dari Allah ta’ala,” ucap Khalifah Umar.

Akhirnya Khalifah Umar dan para sahabat lainnya mengelilingi Ka’bah dan mengucapkan talbiah bersama-sama.

Kisah ini juga pernah diceritakan dalam hadis riwayat Bukhari. Dari Abi Burdah, ia melihat melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang tawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung, "Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari."

Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?”

Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.”

Beliau lalu tawaf dan shalat dua raka’at pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.” (HR. Bukhari).

Lantas, jika kita ingin membalas kebaikan orang tua kita bagaimana caranya? Dari ‘Abdullah bin ‘Umar dan Jabir bin Abdillah Al Anshary berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa saja yang berbuat baik pada kalian, maka balaslah. Jika kalian tidak bisa membalas kebaikannya, maka do’akanlah kebaikan untuknya sampai engkau merasa telah membalas budinya.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Dari kisah ini, bisa kita ambil pelajaran berharga bahwa kita memang tidak bisa benar-benar membalas kebaikan kedua orangtua kita. Tetapi kita bisa tetap memberikan doa kebaikan kepadanya bahkan sampai orang tua kita telah tiada. Karena Allah akan mencurahkan rahmat dan ampunan kepada umatnya yang berbakti kepada kedua orangtuanya.

Wallahu ‘alam.

Leave a Comment