Atikah binti Zaid, Mengenal Wanita yang Menjadi Istri Para Syuhada

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Berparas cantik dan berakhlak mulia, maka tak mengherankan jika semasa hidupnya Atikah binti Zaid bin Amar bin Nufail menikah dengan pria-pria terbaik dari zamannya, di antaranya Abdullah bin Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Al-Khattab, Zubair bin Al-Awwam, dan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Keempat pria yang merupakan sahabat nabi tersebut wafat dengan keadaan syahid, sehingga Atikah binti Zaid pun dijuluki dengan sebutan ‘istri para syuhada’.

Putra Abu Bakar As-Shiddiq, Abdullah, merupakan pria pertama yang menikahi Atikah. Seperti ayahnya, Abdullah termasuk orang-orang yang membela Rasulullah  dan taat beribadah. Abdullah sangat menghormati dan memuliakan Atikah, namun beliau terlena dengan kecantikan Atikah hingga seringkali melewatkan shalat berjamaah di masjid dan bahkan tidak ikut  serta dalam beberapa perang. 

Hingga pada suatu hari, Abu Bakar mengunjungi rumahnya untuk mengajak Abdullah sama-sama shalat berjamaah di masjid. Namun, Abu Bakar mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah, sehingga dengan kesal beliau pun membatalkan niatnya untuk mengajak Abdullah shalat berjamaah di masjid. 

Usai dari shalat berjamaah, Abu Bakar pun kembali ke rumah Abdullah dan mengungkapkan kekesalannya pada Abdullah yang masih bermesraan dengan istrinya ketika seharusnya sudah bersiap untuk berangkat ke masjid. Pada pembicaraannya, Abu Bakar meminta Abdullah untuk menceraikan Atikah karena Abdullah telah lalai dari tanggung jawabnya. 

Abdullah pun mengikuti perintah ayahnya dan menceraikan Atikah yang sangat dicintainya. Perceraian tersebut mengakibatkan Abdullah jatuh sakit, sehingga kemudian Abu Bakar mengizinkannya untuk kembali rujuk dengan Atikah, namun dengan syarat pernikahan tersebut tidak membuat Abdullah lalai, yang ditepati oleh Abdullah dan pada akhir hidupnya, Abdullah mati syahid ketika gugur di Perang Thaif. 

Ketika usai masa iddahnya, Atikah dinikahi oleh Umar bin Khattab. Atikah sangat menyayangi Umar dan sepenuhnya mengabdi kepadanya. Namun, jalinan pernikahan ini harus berakhir ketika Umar mati syahid ditikam oleh seorang majusi ketika beliau sedang shalat. Maka untuk kedua kalinya, Atikah kembali menjadi janda dari seorang syuhada. 

Tak lama setelah masa iddahnya selesai, Atikah kembali dinikahi oleh seorang sahabat nabi, Zubair bin Awwam. Tak berbeda dengan pernikahan-pernikahan sebelumnya, Atikah menunjukan dirinya sebagai istri yang berbakti pada suaminya. Namun, Atikah harus kembali menjanda ketika wafatnya Zubair di medan perang Jamal. 

Ali bin Abi Thalib pun kemudian hendak melamar Atikah, namun mengurungkan niatnya ketika Atikah mengajukan syarat bahwa siapapun suaminya nanti tidak akan terjun ke medan perang. Akhirnya Husein bin Ali bin Abi Thalib kemudian melamar Atikah. 

Walaupun terpaut usia yang cukup jauh, namun keduanya tetap saling mengasihi dan menghormati. Namun, takdir Allah tidak dapat dihindari, Husein juga mati syahid di Perang Karbala, Iraq. Sehingga, untuk keempat kalinya, Atikah menjadi janda syuhada dan akhirnya wafat pada 40 Hijriyah.

Leave a Comment