Awan Bercahaya Si Pembaca Qur’an

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Alkisah di era Rasulullah, ada seorang sahabat beliau yang dikejutkan sebuah awan bercahaya. Saat itu ia tengah melantunkan Al-Qur’an di gelapnya malam. Shahabat itu bernama Usaid bin Hudhair. 

Peristiwa bermula saat Usaid berada di tempat penjemuran kurma miliknya. Hari telah malam, kegelapan menyelimuti dan hanya remang rembulan yang menerangi. Usaid seorang diri di sana dan tengah melantunkan ayat-ayat Allah.

Di tengah kekhusyukannya membaca kalamullah, Usaid dikagetkan dengan suara kuda yang meringkik sangat keras. Usaid pun berhenti membaca dan menengok kuda itu, khawatir ada sesuatu yang terjadi. Namun saat melihat kondisi si kuda, ternyata tak ada apapun di sana.

Ia pun kembali ke tempatnya semula dan kembali melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Belum lama ia membaca, ternyata Usaid kembali dikejutkan dengan suara kuda yang meringkik. Bahkan kali ini kuda itu terdengar menghentak-hentakkan kaki di tanah.

Usaid kembali menghentikan bacaannya dan menengok kondisi si kuda. Lagi-lagi, tak ada apapun di sana. Tak ada yang terjadi pada si kuda. Peristiwa ini terus saja terjadi.

Lalu setelah kesekian kalinya, Usaid tengah membaca Al-Qur’an Al-Karim dan kembali mendengar suara ringkikan kuda. Kali ini ia benar-benar khawatir karena mengingat anaknya Yahya yang berada tak jauh dari posisi si kuda. Ia khawatir kuda akan menginjak putranya.

Usaid pun bergegas menuju tempat si kuda. Lalu ia dikejutkan dengan seberkas cahaya yang dipancarkan gumpalan awan. Gumpalan awan itu kemudian terbang meninggi dan lenyap. 

Keesokan harinya, Usaid pergi menemui Rasulullah untuk mengisahkan kejadian aneh yang terjadi semalam. Saat berjumpa dengan beliau Shallallahu‘alaihi wa sallam, Usaid pun berkata, “Wahai Rasulullah, semalam saat aku membaca Al-Qur’an di tempat penjemuran kurmaku, tiba-tiba kudaku meringkik.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Bacalah (lagi Al-Qur’an), wahai Ibnu Haidar.”

Usaid menjawab, “Aku membacanya lagi dan kudaku kembali meringkik.” Rasulullah menjawab hal sama, “Bacalah terus, wahai Ibnu Haidar.”

Usaid pun menjawab lagi, “Aku membacanya lagi dan kudaku kembali meringkik, wahai Rasulullah.” Namun tetap Rasulullah menjawab hal sama.

Usaid pun kemudian berkata, “Akhirnya aku memeriksanya karena aku khawatir kuda itu akan menginjak Yahya yang ada di dekatnya. Tiba-tiba aku melihat di atasku segumpalan awan yang dipenuhi cahaya terbang ke langit dan aku tak bisa melihatnya lagi.”

Rasulullah pun bersabda, “Itu adalah malaikat yang mendengarkan bacaan Al-Qur’anmu. Seandainya kamu terus membacanya, niscaya manusia akan melihatnya di pagi hari. Para malaikat tak akan bersembunyi dari mereka.”

Subhanallah, ternyata malaikat turun ke bumi untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an seorang hamba Allah. Maka jika kita membacanya pula, malaikat akan hadir di sisi kita. Rasulullah pernah bersabda, “Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan selalu berbuat baik, sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dalam keadaan terbata-bata dan dia kesulitan (dalam membaca), maka baginya dua pahala.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Begitu banyak keutamaan membaca Al-Qur’an yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Salah satunya yakni firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka (baik secara) diam-diam (maupun) terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir : 29-30).

Setelah ini, tak ada lagi alasan untuk malas membaca Al-Qur’an. Yuk isi malam-malam yang hening dengan melantunkan ayat-ayat suci yang agung. 

Leave a Comment