Kemenangan Perang Badar dan Lebaran Pertama Umat Muslim

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Bagi kaum muslim, Idul Fitri adalah salah satu dari dua hari besar yang tentunya dirayakan secara istimewa. Kebahagiaan selalu menyelimuti hari besar ini. Bagaimana tidak, ini adalah hari kemenangan yang mana semua ummat muslim di seluruh dunia telah berhasil berjuang menahan rasa lapar, haus, dan hawa nafsu selama satu bulan lamanya.

Tidak terasa Idul Fitri telah memasuki tahun 1441 Hijriah. Namun, tahukah Sahabat Muslimah apabila Idul Fitri ternyata berawal dari perang besar Badar? Sebelum kita memasuki hari yang penuh suka cita tersebut ada baiknya Sahabat Muslimah mengetahui sejarah kapan pertamakali hari kemenangan ini dirayakan.

Untuk pertamakalinya puasa Ramadhan dijalani oleh ummat Islam pada tahun ke-2 Hijriah, untuk pertamakalinya pula Idul Fitri dirayakan pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Momen ini ternyata bertepatan dengan peristiwa Badar. Peristiwa Badar adalah kemenangan perang berskala besar yang diraih oleh kaum muslimin melawan kaum kafir Quraisy.

Karena kemenangan inilah maka lahirlah ungkapan “Minal ‘Aidin wa Faizin” yang memiliki versi lengkapnya yaitu “Allahummaj ‘alna minal ‘aidin walfaizin” yang berarti Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali (dari Perang Badar) dan mendapatkan kemenangan.

Menurut Husein Haikal dalam Hayatu Muhammad, sejak awal Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam  tidak pernah menginginkan peperangan, namun peperangan ini dipicu oleh aksi monopoli pasar dan blockade aktifitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap Muslim Madinah. Pada hari ke-8 Ramadhanlah perang ini dimulai. Dengan tentara yang berjumlah 1000, pasukan Abu Jahal dan kafilah Abu Sufyan dari Syam menyerbu. Saat itu Nabi hanya membawa 300 sahabat menuju Badar.

Selanjutnya disebutkan dalam Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources karya Martin Lings, bahwa di Badarlah perang ini berlangsung pada pagi 17 Ramadhan. Dengan didampingi Sahabat yakni Hamzah, Umar, Ali, dan ‘Ubaidah, Nabi memimpin 300 pasukan melawan 1000 pasukan. Raut cemas menyelimuti wajah Nabi. Bahkan Abu Bakar, sahabat Nabi dapat menangkap kecemasan tersebut.

Hingga turunlah satu ayat Al Qur’an yang menenangkan gelombang kecemasan tersebut yaitu Surat Al Anfal ayat 65.

"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti." (QS. Al Anfal: 65).

Berkat keteguhan iman, Nabi dan para sahabatnya dapat memenangkan peperangan dengan waktu yang lumayan singkat. Dengan luka di tubuh, Nabi dan para sahabat melangsungkan shalat Id pertamanya. Dalam suasan tersebut, para sahabat saling bertemu dengan mengucapkan doa “Taqabbalallahu minna waminkm” yang artinya semoga Allah menerima ibadah kita semua.

Last modified on Sabtu, 23 Mei 2020 01:29