Penuh Haru, Inilah Kisah Perjuangan Maryam Saat Mengandung Nabi Isa

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Berbicara mengenai seorang ibu, kita pasti akan teringat dengan sosok wanita suci yaitu Maryam binti Imran. Beliau adalah ibu dari Nabi Isa alaihissalam yang lahir tanpa seorang ayah di sisinya atas takdir Allah. Perjuangan Maryam saat mengandung sungguh memberikan inspirasi untuk wanita dan ibu masa kini.

Kisahnya berawal saat Maryam kecil, ia telah diserahkan oleh ibunya untuk melayani rumah Allah yaitu Baitul Maqdis dan saat itu ia telah dititipkan dan diasuh oleh pamannya (atau paman ibunya) yaitu Nabi Zakaria. Maryam kala itu ditempatkan di dalam mihrab, tempat yang paling dihormati di dalam masjid dan tidak dimasuki oleh siapapun, kecuali oleh Nabi mereka pada zaman itu, yaitu Zakaria sendiri.

Setelah Maryam mencapai usia remaja, ia tumbuh menjadi sosok yang sangat tekun beribadah, tak ada seorang pun pada saat itu yang sangat tekun beribadah sepertinya. Bahkan urusan makannya pada saat itu, Allah langsung yang menurunkannya dari langit. Sebagaimana dituliskan dalam Al-Quran.

Pada suatu hari, Maryam didatangi oleh malaikat yang ingin memberitakan kepadanya bahwa Allah akan menganugerahkan seorang anak, dan anak itu akan menjadi anak yang baik dan berbakti kepada ibunya. Selain itu, setelah besar nanti anak itu akan menjadi seorang Nabi yang dihormati dan membawa mukjizat untuk membuktikan kenabiannya.

Mendengar kabar tersebut, Maryam merasa sangat terkejut. Sebab anak itu akan lahir darinya tanpa seorang ayah, karena Maryam memang ditakdirkan untuk tidak menikah dan menjadi wanita suci yang tak pernah disentuh laki-laki manapun.

"dia (Maryam) berkata, "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki padahal tidak pernah ada orang (laki-laki)yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina."

Malaikat yang menyampaikan pesan saat itu mencoba meyakinkan Maryam bahwa Allah bisa melakukan apapun yang sudah Ia kehendaki. Cukup berkata "kun", maka jadilah.

Pada akhirnya Maryam terdiam dan berserah diri dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah, karena ia tahu bahwa peristiwa tersebut adalah ujian yang besar baginya. Masyarakat yang berada di sekitar Maryam pasti akan membicarakan kabar tersebut tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Perjuangan Maryam saat menjalani masa kehamilannya

Allah berfirman, "Maka dia (Maryam)mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh."

Saat ditakdirkan untuk mengandung Nabi Isa, Maryam akhirnya mengasingkan diri ke tempat yang sangat jauh dari masyarakatnya. Sebab maryam yakin mereka akan menuduhnya dengan perkataan yang tidak-tidak, ia tak akan sanggup menghadapinya.

"Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma." Yaitu saat Maryam harus bersandar pada pohon kurma ketika ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit pada perutnya.

"Dia (Maryam) berkata, "Wahai betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan." Cobaan yang dirasakan Maryam waktu itu adalah tudingan dari orang-orang di sekitarnya, mereka tidak percaya dengan penjelasan Maryam. Bahkan mereka mendustakan kisahnya yang menyebutkan bahwa bayi yang dikandungnya adalah anugerah dari Allah tanpa melalui seorang laki-laki.

Padahal mereka tahu bagaimana keseharian Maryam, wanita suci yang rajin beribadah dan menjaga dirinya, berbakti untuk Tuhannya dan selalu berada di dalam Mihrab di Baitul Maqdis.

Tudingan tersebut benar-benar membuat Maryam tertekan, hingga ia berharap mati saja sebelum dianugerahi anak itu kepadanya, atau berharap tidak diciptakan sama sekali. Di saat seperti itu, Malaikat Jibril kemudia datang untuk menenangkannya dan memberikan hadiah berupa kurma yang matang.

"Janganlah engkau bersedig hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah korma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau."

Setelah itu, Allah juga memberikan pesan pada Maryam untuk melakukan aksi tutup mulut pada siapa saja yang dijumpainya. Allah berfirman, "Jika kamu melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih maka aku tidak akan berbiara dengan siapa pun pada hari ini."

Hingga akhirnya Maryam membawa bayinya, Nabi Isa kepada kaumnya.

Itulah kisah perjuangan Maryam, sosok ibu dan wanita tangguh yang harus menerima cobaan selama masa kehamilannya. Berkat pertolongan Allah, ia menjadi kuat dan tidak menyerah.

Selamat hari ibu untuk seluruh ibu di dunia.

Sumber: Kisah Para Nabi - Imam Ibnu Katsir

Last modified on Selasa, 22 Desember 2020 12:31